Tim Penyelam Berhasil Evakuasi Tiga Jenazah dari Bangkai Kapal Virgo 8 di Dasar Laut Jawa
📅 Sabtu, 19 Sep 2026, 15:38 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SBANJARMASIN - Para penyelam dari tim SAR telah memulai operasi penyelamatan untuk mengambil jenazah dan membalikkan kapal feri penumpang yang terbalik di Laut Jawa.
Dari Al Jazeera, setelah arus kuat dan gelombang besar membatasi upaya penyelamatan selama lima hari, pihak berwenang memutuskan pada hari Jumat untuk menegakkan kembali kapal guna mempermudah operasi pemulihan.
Sebuah tim ahli telah didatangkan untuk membantu operasi meluruskan kapal feri tersebut, kata Komandan Lanal Banjarmasin, Galih Nurna Putra, kepada wartawan pada hari Jumat.
“Operasi penyelamatan sedang berlangsung,” kata Galih, seraya menambahkan bahwa “ada pengamatan kemarin”.
Para penyelam berhasil memasuki kapal pada hari Jumat. Mereka menemukan jenazah dua pria dan seorang wanita, kata para pejabat. Namun arus yang kuat memaksa penghentian pencarian bawah laut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sembilan orang kini telah dipastikan tewas, dengan 108 orang selamat, tetapi 126 penumpang dan awak pesawat masih hilang.
Para penyelam spesialis yang mampu beroperasi di kedalaman lebih dari 100 meter (328 kaki) telah dikerahkan.
Cuaca buruk sebelumnya menghambat 1.100 petugas penyelamat dalam mencari orang hilang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Galih mengatakan tim penyelamat bertujuan untuk menarik kapal tersebut ke perairan yang lebih dangkal sebelum menegakkannya kembali.
Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan, tim akan dapat melanjutkan pencarian jenazah setelah kapal tersebut kembali tegak.
Sebelum proses itu selesai, para penyelam menghadapi risiko jika mereka mencoba memasuki kapal yang terbalik, katanya.
Operasi tersebut akan dipimpin oleh pemilik kapal, sebagaimana diatur dalam hukum Indonesia, dan didukung oleh badan penyelamat, angkatan laut, dan polisi maritim, kata Sudayana.
Feri yang terbalik tersebut mempersulit upaya penyelamatan karena kondisinya masih tidak stabil akibat udara yang terperangkap dan kompartemen yang kosong, yang berpotensi menyebabkan lambung kapal bergeser secara tak terduga.
Berada sekitar 80 mil laut (148 km) dari pusat komando di pelabuhan Trisakti di Banjarmasin, kapal tersebut masih sulit diakses, kata Arianto Ardi, seorang pejabat lain di badan penyelamat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!