Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Situs Pasemah, Jejak Megalitikum di Lereng Gunung Dempo

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 07:38 WIB | Oleh:
Situs Pasemah, Jejak Megalitikum di Lereng Gunung Dempo Doc: Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat
Ket. Situs Megalitik Tinggihari I adalah sebuah cagar budaya nasional penting yang terletak di Desa Tinggihari, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumsel. (kiri), Situs megalit Kecamatan Mulak Ulu diberi nama situs Geramat yang terletak di Desa Geramat, perbatasan dengan Desa Pengentaan, Kabupaten Lahat.

SISI barat Gunung Dempo yang agung merupakan dataran tinggi dengan bentang alam berupa persawahan, perkebunan, lembah, dan perbukitan. Di antara bentang alam itu, batu-batu besar bersejarah berdiri sebagai saksi perjalanan panjang manusia di kawasan ini.

Batu besar itu berupa menhir, dolmen, lumpang batu, bilik batu, dan struktur kubur. Sebagian lainnya dalam bentuk yang jauh lebih mengesankan: arca manusia dan hewan yang dipahat langsung pada bongkahan batu dengan hasil pahatan yang dinamis.

Yang membuatnya istimewa bukan semata usia tinggalan tersebut, melainkan cara masyarakat masa lalu menggambarkan manusia dan dunia di sekelilingnya. Ada sosok manusia yang digambarkan bersama gajah, babirusa, atau hewan lainnya.

Di situs yang telah dilindungi dengan atap untuk mencegah pelapukan batuan, beberapa figur dibuat dalam posisi membungkuk, berjongkok, memegang sesuatu, menggendong figur lain, bahkan seolah sedang berhadapan dengan binatang. Tubuh, tangan, kaki, dan kepala dibuat sedemikian rupa sehingga arca-arca tersebut tampak memiliki gerak.

Pahatan manusia masa lalu di sini memiliki karakter yang dinamis. Keunikan tersebut menjadi salah satu ciri yang membedakan tinggalan megalitik Pasemah dari berbagai kawasan megalitik lain yang ada di Nusantara.

Inilah kawasan Megalitik Pasemah, sebuah lanskap budaya yang membentang terutama di Kabupaten Lahat dan Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Areanya berada di dataran tinggi yang berhubungan erat dengan Pegunungan Bukit Barisan dan lereng Gunung Dempo.

Boleh dibilang, situs megalitik Pasemah bukan sebuah situs tunggal. Tinggalannya tersebar di banyak lokasi, mulai dari puncak dan punggungan bukit, lembah, kaki bukit, persawahan, perkebunan, hingga kawasan permukiman.

Kondisi tersebut menjadikan kawasan ini seolah museum terbuka yang tidak memiliki pagar dan pintu masuk. Perjalanan lebih menyerupai penelusuran sebuah lanskap arkeologi yang berada di tengah kehidupan masyarakat hingga sekarang.

Bagi wisatawan yang pernah berkunjung ke sini, daya tarik Pasemah terletak pada pertemuan tiga unsur sekaligus, yaitu peninggalan arkeologi dan bentang alam pegunungan

Seolah Sedang Bergerak

Hal pertama yang akan menarik perhatian ketika melihat arca Pasemah adalah ekspresi dan gerak tubuhnya. Dalam banyak tradisi megalitik, figur manusia sering kali digambarkan secara sederhana atau primitif. Tubuhnya terlihat kaku dengan detail yang kurang tajam, seperti yang bisa dijumpai di kawasan megalitik di Sulawesi Tengah. Di Pasemah, bentuk-bentuk semacam itu tidak berlaku.

Figur manusia dapat tampil dalam ukuran besar dengan kepala, badan, tangan, dan kaki yang jelas. Beberapa digambarkan bersama figur manusia lain yang berukuran lebih kecil, sementara sebagian lainnya berhubungan dengan figur hewan.

Wajah arca juga mempunyai karakter khas, antara lain mata yang menonjol, dahi besar, hidung lebar, dan bibir tebal. Ekspresi tersebut membuat sebagian arca terlihat kuat dan bahkan membuat merinding. Para nenek moyang sepertinya ingin menciptakan karakter yang kuat pada sosok yang mereka gambarkan.

Salah satu tinggalan yang terkenal adalah Batugajah. Bongkahan batu tersebut berukuran sekitar 2,17 meter dan dipahat pada hampir seluruh permukaannya. Bentuk batu aslinya tidak banyak diubah. Pemahat justru menyesuaikan figur yang dibuat dengan bentuk alami bongkahan batu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Langkah Penanganan Stunting di Aceh Barat

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Langkah Penanganan Stunting...
Ekonomi
Peternak Ayam dan Telur Had...
Advertisement
Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.