Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wakatobi Disuruh Meniru Produk Arak Bali oleh Wayan Koster

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 08:04 WIB | Oleh:
Wakatobi Disuruh Meniru Produk Arak Bali oleh Wayan Koster Doc: ist
Ket. arak bali

DENPASAR – Saat berkunjung ke Bali, Bupati Wakatobi, Haliana, malah ditawari untuk meniru membuat produk arak Bali. Gubernur Bali Wayan Koster mengambil contoh arak Bali sebagai rujukan bagi Wakatobi dalam mengembangkan pariwisata sekaligus mengangkat potensi produk lokal.

“Jangan dilarang, tapi kita atur,” ucap Koster saat menerima kunjungan Bupati Wakatobi Haliana di Denpasar, Rabu.

Usulan ini disampaikan melihat Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, menyatakan ketertarikan mempelajari langsung kebijakan dan tata kelola yang diterapkan Bali khususnya dalam pemanfaatan produk lokal untuk mendukung perekonomian masyarakat.

Koster mengambil contoh arak Bali, menurutnya arak Bali tidak perlu dilarang, tetapi harus ditata dan dikelola secara baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Terbukti, produksi arak Bali saat ini telah berkembang dan mampu bersaing dengan produk minuman beralkohol kelas dunia.

Yang menjadi tantangan awalnya bagi Pemprov Bali adalah memastikan bahwa produksi arak dapat dilakukan secara legal dan aman sepanjang memenuhi aturan.

Namun, legalitas tersebut bukan berarti arak Bali dapat diperjualbelikan secara bebas, tata kelola tetap diberlakukan, mulai dari perizinan, pengemasan dan pelabelan, hingga distribusi melalui koperasi maupun distributor resmi.

“Kami tidak memberikan izin untuk korporasi besar, kami fasilitasi UMKM lokal Bali untuk mengambil bagian,” ujar Gubernur Koster.

Kebijakan tersebut sejalan dengan Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali, regulasi ini menjadi dasar dalam memberikan perlindungan sekaligus mengembangkan produk lokal seperti arak, brem, dan tuak.

Koster juga menyebut dampak positif dari kebijakan tersebut terlihat dari penjualan arak Bali di gerai kedatangan maupun keberangkatan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Dari catatannya, arak Bali menjadi salah satu produk yang memiliki tingkat penjualan tinggi dibandingkan produk lainnya. Selain contoh baik arak, Gubernur Bali turut mengenalkan potensi produk lokal garam Bali yang dinilainya memiliki kualitas sangat baik dan layak terus dikembangkan sebagai produk unggulan daerah.

Dalam kesempatan itu, Koster juga mendorong Wakatobi untuk memperkuat paket pariwisatanya.

Ia menilai sebuah paket wisata harus memiliki objek yang jelas dan menarik, didukung ketersediaan hotel, restoran, serta destinasi yang berkualitas.

“Kita bisa berlakukan paket pariwisata untuk menarik kunjungan wisatawan ke Wakatobi, harus ada objek yang ditawarkan, hotel, restoran, dan destinasi yang indah,” tutur Koster.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.
    Preview komentar:
    swasambada gula juga tidak kalah pentingnya dari swasembada ...
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...
Megapolitan
Bogor Lagi, Kasus Kanker Na...
Megapolitan
Bagaimana Ini Pemkot Bogor,...

Tak Naik, Bea Balik Nama Kendaraan di Sulsel

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Naik, Bea Balik Nama Ke...
"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.