Amran Ungkap Dugaan Penyimpangan Beras Fortifikasi Picu Kenaikan Harga dan Inflasi
📅 Rabu, 16 Sep 2026, 00:30 WIB | Oleh: Tim PenulisIa menyebut selisih harga tersebut rata-rata mencapai sekitar Rp22.000 per kilogram sehingga diduga menimbulkan kerugian ekonomi bagi konsumen yang membeli produk berdasarkan informasi pada kemasan.
"Nah ini tahu harganya? Harusnya harganya Rp13.500 per kilogram tapi ada yang dijual sampai Rp57.000 per kilogram. Dan rata-rata penipuan (keuntungan yang didapatkan) Rp22.000 per kilogram rata-rata. Ini menyengsarakan konsumen kita," tegas Amran.
Padahal, kata Amran, tujuan beras fortifikasi adalah membantu pemenuhan gizi kelompok rentan, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, penyandang stunting, serta masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan dukungan nutrisi.
Menurut dia, tingginya harga dan dugaan ketidaksesuaian kandungan membuat tujuan program fortifikasi tidak tercapai karena produk menjadi sulit dijangkau oleh kelompok yang menjadi sasaran kebijakan pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun, Amran mengungkapkan temuan terhadap 25 merek beras fortifikasi diduga tidak sesuai dengan standar dan kandungan yang tercantum pada label, sehingga merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Adapun 25 merek beras fortifikasi yang diduga melakukan pelanggaran inisial WFO, TKS, IMF, NUR, TKL, HOK, BRV, IMR, IHJ, IAK, PBK, GNB, DTR, TKR, WJK, PLK, MKY, IMC, PTK, ARP, ARN, SKM, GNM, TAR, dan CMS.
Pemerintah menemukan adanya disparitas harga yang sangat tinggi. Produk yang seharusnya berada pada kisaran harga sekitar Rp13.000-Rp13.500 per kilogram ditemukan dipasarkan hingga Rp57.000 per kilogram.
Menurut Amran, selisih harga tersebut sangat merugikan masyarakat apabila produk yang dibeli ternyata tidak memberikan kandungan fortifikasi sebagaimana yang dijanjikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!