Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sel Modifikasi Dapat Cegah Keropos dan Bangun Kembali Tulang

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 07:28 WIB | Oleh:

Terapi osteoporosis yang tersedia saat ini memiliki beberapa mekanisme. Sebagian obat bekerja terutama dengan mengurangi aktivitas penghancuran tulang, sementara terapi lain dapat merangsang pembentukan tulang. Namun, pengembangan terapi yang benar-benar mampu memperbaiki struktur tulang yang telah rusak tetap menjadi tantangan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature Genetics pada Juli 2026 juga menggambarkan kompleksitas masalah tersebut. Dengan menganalisis jaringan skeletal menggunakan pendekatan sel tunggal dan menguji lebih dari 1.000 model tikus yang dimodifikasi secara genetik, peneliti mengidentifikasi 34 jenis sel serta ratusan gen yang berpotensi berperan dalam penyakit tulang.

Studi tersebut menegaskan bahwa osteoporosis tidak hanya berkaitan dengan satu jenis sel atau satu mekanisme biologis. Karena itu, terapi berbasis sel yang dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan tulang menjadi salah satu pendekatan yang menarik untuk diteliti.

Bukan Tulang Langsung “Tumbuh Kembali”

Istilah “membangun kembali tulang” perlu dipahami secara hati-hati. Penelitian tersebut belum membuktikan bahwa tulang pasien yang mengalami osteoporosis dapat kembali sepenuhnya seperti kondisi sebelum penyakit.

Yang terlihat adalah perubahan klinis yang menjanjikan, terutama penurunan kejadian patah tulang pada kelompok kecil peserta. Bahkan, para peneliti belum secara langsung melacak sel terapi tersebut di dalam tubuh pasien. Karena itu, masih terdapat pertanyaan penting mengenai berapa banyak sel yang benar-benar mencapai tulang dan seberapa besar kontribusinya terhadap perubahan kondisi tulang.

Nature juga menyoroti fakta bahwa sebagian besar peserta menggunakan terapi osteoporosis konvensional sebelum dan selama penelitian. Kondisi tersebut membuat para peneliti harus berhati-hati dalam menentukan efek yang benar berasal dari terapi sel.

Dengan demikian, penelitian ini lebih tepat dipandang sebagai bukti awal bahwa pendekatan regeneratif berbasis sel layak dikembangkan, bukan sebagai bukti bahwa osteoporosis kini dapat disembuhkan dengan satu kali ­infus. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

HP Luncurkan Laptop OmniBook 5

21 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
HP Luncurkan Laptop OmniBook 5

Kawasan GBK Mulai Riuh, Warnanya Memerah, 67.000 Tiket Ludes

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kawasan GBK Mulai Riuh, War...
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.