Sel Modifikasi Dapat Cegah Keropos dan Bangun Kembali Tulang
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 07:28 WIB | Oleh: Haryo BronoOSTEOPOROSIS selama ini menjadi salah satu tantangan besar dalam menjaga kesehatan tulang pada usia lanjut. Penyakit ini membuat tulang kehilangan kepadatan dan kekuatannya sehingga lebih mudah patah, bahkan akibat benturan atau gerakan yang relatif ringan.
Kini, sebuah pendekatan terapi berbasis sel menawarkan kemungkinan baru: bukan hanya memperlambat pengeroposan, melainkan membantu tubuh membangun kembali tulang yang telah melemah.
Harapan tersebut muncul dari uji klinis kecil terhadap perempuan dengan osteoporosis berat. Para peneliti menggunakan sel yang berasal dari sumsum tulang pasien sendiri, kemudian memodifikasinya di laboratorium agar memiliki kemampuan lebih baik untuk mencapai jaringan tulang setelah diberikan melalui aliran darah.
Hasil awalnya cukup mencolok. 10 perempuan berusia 51 hingga 72 tahun yang mengikuti penelitian memiliki riwayat osteoporosis berat dan mengalami berbagai patah tulang sebelum mendapatkan terapi. Setelah menerima satu kali infus sel yang telah dimodifikasi, kejadian patah tulang akibat trauma ringan pada kelompok tersebut turun secara drastis selama masa pemantauan.
Jurnal Nature melaporkan bahwa sebelum terapi, para peserta mengalami patah tulang setiap satu atau dua tahun. Setelah terapi, frekuensinya berkurang signifikan hingga mendekati sekali dalam satu dekade.
Namun, para peneliti maupun ilmuwan yang tidak terlibat dalam penelitian mengingatkan bahwa hasil tersebut belum cukup untuk menyatakan terapi ini sebagai pengobatan osteoporosis yang terbukti efektif.
Penelitian tersebut hanya melibatkan 10 orang, tidak memiliki kelompok kontrol, dan sebagian besar peserta juga menggunakan obat osteoporosis konvensional sebelum maupun selama penelitian. Dengan kata lain, hasilnya menjanjikan, tetapi masih terlalu dini untuk memastikan seberapa besar manfaat terapi sel tersebut secara khusus.
Mengapa Sel Sumsum Tulang Dimanfaatkan?
Salah satu kunci pendekatan ini adalah mesenchymal stromal cells atau MSC. Sel tersebut merupakan kelompok sel yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel jaringan, termasuk sel yang berperan dalam pembentukan tulang. Masalahnya, ketika MSC disuntikkan ke dalam aliran darah, sel-sel tersebut tidak secara otomatis menuju tulang dalam jumlah yang cukup. Inilah persoalan yang berusaha diatasi oleh tim peneliti.
Robert Sackstein, peneliti kedokteran regeneratif di Miami Veterans Affairs Medical Center, bersama koleganya telah mempelajari selama bertahun-tahun bagaimana sel-sel dengan kemampuan regeneratif dapat diarahkan menuju jaringan tertentu.
Pada 2008, tim Sackstein menemukan bahwa penambahan gula bernama fukosa pada MSC dapat meningkatkan kemampuan sel tersebut untuk mencari dan memasuki jaringan tulang. Dalam penelitian pada tikus, pendekatan tersebut memungkinkan sel mencapai jaringan tulang dan berkontribusi terhadap pembentukan jaringan skeletal.
Sackstein menjelaskan bahwa persoalan utama dalam terapi berbasis MSC bukan hanya mendapatkan sel yang mampu membantu pembentukan tulang, melainkan memastikan sel tersebut dapat mencapai jaringan yang menjadi sasaran.
“MSC, ketika disuntikkan ke dalam aliran darah, biasanya tidak dapat mencapai jaringan tulang,” ujarnya.
Temuan timnya kemudian menunjukkan bahwa penambahan fukosa pada permukaan MSC dapat membantu sel mengenali dan memasuki jaringan tulang. Dalam eksperimen pada tikus, pendekatan tersebut bahkan memungkinkan sel berkontribusi terhadap pembentukan jaringan skeletal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!