Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sel Modifikasi Dapat Cegah Keropos dan Bangun Kembali Tulang

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 07:28 WIB | Oleh:

Dalam penelitian terbaru, strategi serupa diterapkan pada manusia. Sel MSC diambil dari sumsum tulang pasien sendiri. Selanjutnya, permukaan sel dimodifikasi dengan fukosa melalui proses yang berkaitan dengan glycocalyx, yaitu lapisan molekul gula dan protein yang menyelimuti permukaan sel.

Modifikasi tersebut tidak dimaksudkan untuk mengubah identitas dasar sel. Tujuannya lebih sederhana tetapi penting: membuat sel lebih mampu berinteraksi dengan dinding pembuluh darah dan kemudian keluar dari aliran darah menuju lingkungan sumsum ­tulang.

Para peneliti memperkirakan fukosa membantu memperkuat interaksi antara MSC dan molekul tertentu pada permukaan pembuluh darah. Interaksi tersebut membuat sel melambat dan memungkinkan sebagian sel keluar dari pembuluh darah untuk masuk ke sumsum tulang. Menariknya, gula tambahan tersebut diperkirakan menghilang dari permukaan sel dalam waktu sekitar dua hari.

Eksperimen Tikus

Gagasan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Peneliti terlebih dahulu memperoleh bukti dari eksperimen pada hewan sebelum pendekatan tersebut dikembangkan untuk manusia.

Kolaborasi dengan peneliti klinis di Spanyol kemudian membuka jalan menuju uji pada pasien. Pada 2015, tim yang dipimpin spesialis transplantasi sumsum tulang José Moraleda dari University of Murcia mulai melakukan penelitian terhadap perempuan dengan osteoporosis berat dan riwayat patah tulang.

Para peserta berusia antara 51 dan 72 tahun. Mereka menerima MSC yang berasal dari sumsum tulang mereka sendiri dan telah dimodifikasi dengan fukosa sebelum diberikan kembali melalui infus.

Hasil penelitian tersebut kemudian dilaporkan dalam jurnal Cell pada 2026 dengan judul “Glycocalyx-edited mesenchymal stem/stromal cell therapy in advanced osteoporosis”. Penelitian itu menjadi dasar laporan Nature mengenai potensi terapi sel tersebut.

Yang membuat pendekatan ini menarik adalah konsepnya. Sel tidak hanya diberikan untuk menggantikan sesuatu yang hilang, melainkan juga diarahkan menuju tempat di mana sel tersebut diharapkan dapat membantu proses regenerasi.

Mengapa Osteoporosis Sulit Dipulihkan?

Untuk memahami pentingnya pendekatan ini, perlu melihat bagaimana tulang bekerja. Tulang bukanlah jaringan mati. Sepanjang hidup, tulang terus mengalami proses pembentukan dan penghancuran.

Sel bernama osteoblas bertugas membentuk jaringan tulang baru, sedangkan osteoklas membantu menguraikan jaringan tulang lama. Pada kondisi normal, kedua proses tersebut berada dalam keseimbangan.

Namun, seiring bertambahnya usia, keseimbangan tersebut dapat berubah. Pada osteoporosis, proses penghancuran tulang dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan pembentukan tulang baru sehingga kepadatan dan kekuatan tulang menurun. Masalah tersebut menjadi lebih serius setelah menopause pada perempuan karena perubahan hormonal dapat mempercepat kehilangan massa tulang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

HP Luncurkan Laptop OmniBook 5

21 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
HP Luncurkan Laptop OmniBook 5

Kawasan GBK Mulai Riuh, Warnanya Memerah, 67.000 Tiket Ludes

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kawasan GBK Mulai Riuh, War...
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.