Menkeu Suahasil Diminta Terapkan Bea Ekspor Batu Baru
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA – Menteri Keuangan baru Suahasil Nazara untuk segera menerbitkan aturan bea keluar atas ekspor batu bara.
Hal itu sangat penting untuk keluar dari tekanan fiskal. Aturan tersebut beberapa kali tertunda di era Menteri Keuangan sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa.
Direktur Eksekutif Yayasan Kesejahteraan Berkelanjutan (SUSTAIN), Tata Mustasya menilai, bea keluar batu bara menjadi solusi paling viable untuk keluar dari beban berat anggaran akibat gejolak geopolitik global.
Menurut dia, bea keluar atas ekspor batu bara menjadi opsi solusi yang paling viable untuk mengurangi defisit fiskal akibat gejolak harga minyak dunia.
"Batu bara termasuk komoditas yang menerima keuntungan besar karena harganya juga terkerek naik akibat kenaikan harga minyak global sebagai dampak konflik di Timur Tengah yang semakin meluas. Pengenaan bea keluar bisa menambah penerimaan negara cukup signifikan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (15/9).
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan perhitungan SUSTAIN dengan menggunakan harga acuan batu bara periode 2022-2024 dan kurs 15.000 rupiah per dolar AS, tambahan pungutan produksi batu bara berpotensi menambah penerimaan negara sebesar 84,5 triliun rupiah hingga 353,7 triliun rupiah per tahun.
Saat ini harga batu bara berada di level tinggi, sekitar 140 dolar AS per metrik ton, sehingga potensi penerimaan dari bea ekspor bisa lebih besar. Kenaikan harga minyak, kata dia, biasanya terjadi bersamaan dengan kenaikan harga batu bara sebagai barang substitusi.
Menurut SUSTAIN, penerimaan dari bea ekspor batu bara dapat digunakan untuk mendanai proyek energi surya 100 giga watt (GW) yang baru diluncurkan pemerintah.
“Penerimaan negara dari bea ekspor bisa mendanai pengembangan grid dan akselerasi PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) Atap, khususnya untuk kelompok masyarakat yang berada di kategori Desil 5 dan 6,” kata Tata.
Kelompok masyarakat Desil 5 dan 6 sangat rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok yang belakangan ikut naik mengikuti lonjakan harga minyak global. Pengurangan biaya energi dinilai dapat meringankan beban ekonomi mereka.
SUSTAIN menilai PLTS Atap menjadi proyek yang paling mudah direalisasikan dalam mega proyek 100 GW. Data PLN terbaru menunjukkan 60 persen kapasitas energi surya terpasang saat ini berasal dari PLTS Atap. Catatan penting untuk pengembangannya, lanjut Tata, ada pada regulasi.
“Pemerintah dan PLN perlu menerapkan insentif dan proses integrasi grid, serta menghapus pembatasan kuota pemasangan panel surya. Pemasangan PLTS Atap bagi kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah, Desil 5 dan 6, menjadi bagian penting untuk menghadirkan kemandirian dan keadilan energi,” tegas Tata.
Sementara itu, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmennya menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara sekaligus memastikan APBN mampu mendukung program-program prioritas pemerintah.
Hal itu disampaikan Suahasil usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!