Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Tembus US$100, Bursa Asia Tertekan Jelang Keputusan Fed

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 13:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Tembus US$100, Bursa Asia Tertekan Jelang Keputusan Fed Doc: AFP
Ket. Lonjakan biaya energi akibat kenaikan harga minyak yang dipicu krisis Timur Tengah memberikan tekanan kepada bank-bank sentral untuk meredam inflasi global.

Hong Kong - Sebagian besar pasar saham Asia kembali tertekan pada Selasa (15/9) karena harga minyak terus menguat dan investor memperkirakan Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat (AS) akan menaikkan suku bunga pekan ini. Namun, saham perusahaan teknologi mulai sedikit pulih setelah aksi jual yang dipicu kekhawatiran terhadap perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI).

Di tengah krisis Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, pemberontak Houthi di Yaman mengambil alih jalur penting bagi pelayaran. Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah bulan ini menembus 100 dolar AS per barel dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global.

Dua kontrak minyak utama masing-masing naik lebih dari satu persen pada Selasa.

Kelompok Houthi yang memerangi pemerintahan Yaman yang didukung Arab Saudi dan diakui secara internasional, pekan lalu mengambil alih pantai Laut Merah Yaman dan Selat Bab al-Mandab.

Selat tersebut menjadi semakin penting setelah perang yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran menghambat pelayaran melalui Selat Hormuz.

Arab Saudi pada akhir pekan juga menutup jaringan pipa East-West setelah terjadi serangan pesawat nirawak oleh Houthi.

Kenaikan harga minyak sedikit tertahan pada Senin setelah Presiden AS Donald Trump melalui Truth Social mengatakan Iran yang "gagal" ingin segera membuat kesepakatan.

"The failing Nation of Iran wants to make a deal, quickly and badly.

"I will determine whether or not the U.S.A. will choose to engage - The concept of which we are open to," tulis Trump.

Lonjakan biaya energi, termasuk harga diesel AS yang digunakan untuk transportasi dan pertanian yang menembus 6 dolar AS per galon pada Jumat, semakin meningkatkan tekanan terhadap bank sentral untuk menahan lonjakan inflasi.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun berada sedikit di bawah lima persen setelah pada Senin menembus level tersebut untuk pertama kalinya sejak Oktober 2023.

Setelah Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga pekan lalu, perhatian investor kini tertuju pada Fed. Para pelaku pasar memperkirakan peluang lebih dari 90 persen bahwa bank sentral AS tersebut juga akan menaikkan suku bunga.

Saham Teknologi Mulai Pulih

Setelah aksi jual melanda tiga indeks utama Wall Street, sebagian besar pasar saham Asia ikut melemah.

Hong Kong, Shanghai, Sydney, Singapura, Wellington, dan Taipei mencatat penurunan. Sebaliknya, Tokyo, Seoul, dan Manila bergerak menguat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Dispora: Kota Tangerang Gelar Kejuaraan Sepatu Roda

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Dispora: Kota Tangerang Gel...
Megapolitan
Warga Kini Bisa Belajar “...
Megapolitan
Sekda Kota Bogor Dorong Pen...
Advertisement
Bikin Bangga! Pemuda Indonesia Juarai Kompetisi Video UNESCO di Italia

Bikin Bangga! Pemuda Indonesia Juarai Kompetisi Video UNESCO di Italia

15 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.