Harga Minyak Tembus US$100, Bursa Asia Tertekan Jelang Keputusan Fed
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 13:30 WIB | Oleh: Tim PenulisPemulihan tipis saham teknologi membantu menopang pasar Korea Selatan dan Jepang setelah mengalami kerugian pada Senin. Penurunan tersebut terjadi setelah CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan perlambatan terkoordinasi dalam pengembangan AI agar risiko teknologi tersebut dapat dipahami dengan lebih baik.
Pernyataan Amodei mendapat dukungan dari sejumlah pemimpin industri lainnya, termasuk Elon Musk dan CEO OpenAI Sam Altman.
Saham Samsung dan SK hynix menguat tipis di Seoul. Sementara itu, Kioxia dan SoftBank mencatat kenaikan cukup kuat di Tokyo, meski belum mampu sepenuhnya memulihkan kerugian pada Senin.
Gejolak terbaru sektor AI terjadi setelah kenaikan kuat sepanjang Agustus menyusul aksi jual pada Juli. Penurunan sebelumnya dipicu kekhawatiran terhadap tingkat pengembalian dari investasi besar-besaran di sektor tersebut serta valuasi yang dinilai terlalu tinggi.
Para analis mengatakan kondisi tersebut memaksa investor menilai kembali prospek kecepatan perkembangan industri AI setelah bertahun-tahun tumbuh sangat pesat.
"Hedge funds had spent recent weeks climbing back aboard the technology trade, with positioning rebuilding toward levels seen before the summer washout," kata Stephen Innes dari Quintex Intel.
Menurut dia, perusahaan hyperscaler menjadi salah satu tujuan utama pembelian tersebut, sementara rantai pasokan tetap menjadi salah satu indikator paling jelas dari keyakinan bahwa investasi modal AI akan terus berjalan dengan kecepatan penuh.
"That works beautifully as long as everyone agrees the accelerator stays pinned to the floor. It becomes more complicated when the top dogs running the biggest AI engines start discussing speed governors," ujarnya.
Pernyataan tersebut terutama mengguncang produsen cip. Indeks Philadelphia Semiconductor anjlok 5,9 persen, menjadi penurunan terbesar dalam lebih dari dua bulan, menurut Bloomberg.
Fiona Cincotta dari FOREX.com mengatakan terdapat pertanyaan mengenai motif di balik pernyataan tersebut, dengan sejumlah investor menduga langkah itu dapat menjadi cara untuk menekan pesaing yang lebih kecil.
"Still, the market wasn't thinking twice. Losses in tech stocks are setting the tone for markets ahead of a potential Fed rate hike this week," katanya.
Data pasar sekitar pukul 02.30 GMT
- West Texas Intermediate: naik 1,3 persen menjadi 102,69 dolar AS per barel
- Brent North Sea Crude: naik 1,2 persen menjadi 106,92 dolar AS per barel
- Nikkei 225 Tokyo: naik 0,9 persen menjadi 64.082,36
- Hang Seng Hong Kong: turun 0,4 persen menjadi 24.829,78
- Shanghai Composite: turun 0,1 persen menjadi 3.882,57
- Euro/dolar: turun menjadi 1,1538 dolar AS dari 1,1547 dolar AS
- Pound/dolar: turun menjadi 1,3473 dolar AS dari 1,3500 dolar AS
- Euro/pound: naik menjadi 85,55 pence dari 85,53 pence
- Dolar/yen: naik menjadi 154,73 yen dari 154,34 yen
- Dow Jones New York: turun 0,3 persen menjadi 52.421,20
- FTSE 100 London: naik 0,4 persen menjadi 10.697,57
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!