Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tradisi Mulud Adat Bayan Pertama Kalinya Masuk Kalender KEN

📅 Kamis, 20 Agu 2026, 15:34 WIB | Oleh:
Tradisi Mulud Adat Bayan Pertama Kalinya Masuk Kalender KEN Doc: ANTARA/Nur Imaansyah.
Ket. Arsip. Masyarakat saat mengikuti Mulud Adat Bayan yang digelar di kawasan Masjid Kuno Bayan Beleq, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Lombok Utara, NTB -- Tradisi tahunan Mulud Adat Bayan 2026 yang digelar pada 26-29 Agustus di kawasan Masjid Kuno Bayan Beleq, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), pertama kalinya masuk dalam kalender pariwisata nasional Kharisma Event Nusantara (KEN). 

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara Fadli di Lombok Utara, Kamis, mengatakan masuknya Mulud Adat Bayan ke dalam KEN 2026 menjadi kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan nilai tradisi lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Ia menyebutkan, di NTB hanya ada empat event yang masuk kalender pariwisata nasional atau KEN 2026, dua di antaranya ada di Lombok Utara, yakni Mulud Adat Bayan dan Gili Festival.

"Prinsip kita adalah memperkuat posisi tradisi ini sebagai warisan budaya yang hidup. Pariwisata yang harus mengikuti budaya, bukan budaya yang menyesuaikan kebutuhan wisatawan," kata Fadli.

Fadli mengatakan saat ini persiapan kegiatan terus dimaksimalkan melalui kolaborasi antara masyarakat adat, pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, dan instansi terkait. Selain kesiapan teknis seperti kebersihan dan keamanan, fokus utama persiapan difokuskan pada perlindungan nilai kesakralan prosesi ritual.

"Rangkaian adat akan mempertahankan tata cara leluhur tanpa mengubah tahapan tradisi. Prosesi ritual meliputi menyilaq, menutu, bisoq meniq, menghias Masjid Kuno Bayan, peresean, meriap, menghias praja mulud hingga puncak perayaan mulud," katanya menerangkan. 

Ia menambahkan, pihaknya menargetkan sekitar 2.000 pengunjung dapat hadir menyaksikan rangkaian kegiatan selama empat hari pelaksanaan. Meski terbuka bagi wisatawan, pengelola menerapkan aturan ketat dengan mengedepankan prinsip penghormatan terhadap kearifan lokal setempat.

"Wisatawan dipersilakan menyaksikan prosesi di ruang publik seperti jalan raya atau halaman masjid kuno. Namun, ada area dan prosesi sakral yang terbatas. Pengunjung wajib berpakaian sopan, disarankan menggunakan kain adat serta dilarang mengambil foto/video di area terlarang, menyentuh benda adat, mengganggu ritual, maupun menggunakan drone tanpa izin," kata Fadli.

Menurut dia, pelaksanaan tahun ini juga mengoptimalkan peran generasi muda Bayan. Selain terlibat langsung dalam persiapan ritual sebagai proses regenerasi budaya, pemuda adat diberdayakan untuk memanfaatkan teknologi dan media sosial guna mempromosikan tradisi ke tingkat internasional dengan tetap mematuhi batasan adat.

"Keberhasilan Mulud Adat Bayan tidak diukur dari seberapa banyak wisatawan yang datang, tetapi dari bagaimana tradisi ini tetap hidup, dihormati, dan diwariskan secara luhur," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Nasional
Aturan Transportasi Berbasi...
Megapolitan
Pramono Klaim Jakarta Nomor...
Daerah
Kendalikan Inflasi, Pangkal...
Advertisement
MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor 157.875 Penonton

MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor 157.875 Penonton

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.