Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran Punclut Bandung, Diskarmatan Waspadai Gas Metana dari Sampah

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 13:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran Punclut Bandung, Diskarmatan Waspadai Gas Metana dari Sampah Doc: Antara
Ket. Petugas saat melakukan proses pendinginan kejadian kebakaran di TPS Punclut, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/9).

Kota Bandung - Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung mewaspadai potensi munculnya gas metana dari timbunan sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) di kawasan Puncak Ciumbuleuit (Punclut), pada Senin (14/9) malam.

Kepala Diskarmatan Kota Bandung Soni Bakhtiar mengatakan potensi gas metana menjadi salah satu perhatian petugas karena terdapat tumpukan sampah yang telah lama berada di sekitar lokasi kebakaran.

“Kita mengantisipasi jangan sampai ada timbunan gas metan dari tumpukan sampah yang cukup lama. Ini juga sedang kita asesmen apakah ada gas metananya atau tidak,” kata Soni di Bandung, Selasa (15/9).

Ia mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap aktivitas pembakaran sampah karena tumpukan sampah berpotensi menghasilkan gas metana yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

“Setiap tumpukan sampah pasti ada gas metananya. Mau itu kompos, mau itu sampah, pasti ada gas metananya. Oleh karenanya, berhati-hatilah pada saat melakukan pembakaran sampah, apalagi di tempat pembuangan sampah. Ini sangat membahayakan,” ujarnya.

Soni mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah, terutama selama musim kemarau karena ali dari pembakaran sampah dapat dengan cepat merambat ke rumput, alang-alang, maupun lahan kering di sekitarnya.

“Kami sudah sering mengimbau kepada warga masyarakat di musim kemarau ini jangan melakukan pembakaran sampah. Karena takut merembet ke lahan-lahan lain yang kosong atau rumput-rumput liar, ilalang yang sudah mengering,” katanya.

Soni menduga kebakaran lahan di kawasan Punclut bermula dari pembakaran sampah yang mengering akibat musim kemarau dan membuat api cepat merambat ke lahan yang dipenuhi alang-alang.

Menurutnya, api kemudian merambat ke area yang dipenuhi alang-alang sehingga proses pemadaman berlangsung cukup sulit.

“Sehingga ini merambat ke lahan yang dipenuhi juga dengan alang-alang, sehingga api sangat cepat rambatannya,” ujarnya.

Soni memastikan lokasi kebakaran cukup jauh dari permukiman warga, yakni sekitar 500 meter, sehingga api hingga saat itu belum mengancam rumah penduduk.

“Kalau SOP kita, setiap terjadi TK65 atau kebakaran itu harus dituntaskan sampai selesai,” kata Soni.

Ia mengatakan saat ini kebakaran di lahan tersebut memasuki tahap pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat kembali memicu kebakaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

Permudah Akses WLKP, Kemnaker Sediakan Tiga Pusat Aduan

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Permudah Akses WLKP, Kemnak...
Advertisement
Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.