Geger Ritual Satanik di Acara Karnaval Maulid Nabi di Pekalongan, MUI Angkat Bicara
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 11:26 WIB | Oleh: Lili Lestari“Itu bukan ajaran Rasulullah," ujar Kiai Cholil dengan nada prihatin.
Ia mengimbau panitia penyelenggara dan masyarakat luas untuk mengembalikan tradisi peringatan Maulid Nabi sesuai dengan arahan para ulama terdahulu, sebagaimana dirumuskan oleh Imam As-Suyuthi.
Umat Islam diajak untuk mengisi peringatan Maulid Nabi dengan tradisi yang menyejukkan dan menguatkan silaturahim.
Pembacaan ayat-ayat suci Alquran, lantunan shalawat, penyampaian mauidhoh hasanah (nasihat-nasihat baik), kisah teladan Nabi, serta penyediaan hidangan makanan sebagai bentuk syukur (sedekah).
Ia berharap panitia di berbagai daerah dapat lebih selektif, bijaksana, dan berhati-hati dalam merancang ekspresi seni budaya Islami.
Kiai Cholil menegaskan momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus tetap terjaga kesuciannya, sehingga benar-benar menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menguatkan persaudaraan sesama umat.
"Jangan menyimpang,” tegasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!