Geger Ritual Satanik di Acara Karnaval Maulid Nabi di Pekalongan, MUI Angkat Bicara
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 11:26 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Instagram/Medcomid
JAKARTA — Warganet digegerkan cuplikan tayangan video di media sosial yang memperlihatkan pertunjukan bernuansa mistis mirip dengan ritual satanik pada gelaran Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan, Jawa Tengah.
Acara karnaval yang semula digagas sebagai rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus khitanan massal ke-61 tersebut menuai kontroversi dengan adanya pertunjukan tersebut.
Dikutip dari MUI Digital, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menyatakan, atraksi menyeramkan yang menonjolkan simbol-simbol satanik serta aksi penyembelihan hewan secara sadis di muka umum sangat bertentangan dengan esensi ajaran Islam dan nilai-nilai mulia peringatan Maulid Nabi.
Kiai Cholil menjelaskan bahwa bergembira atas kelahiran Rasulullah SAW seharusnya diwujudkan melalui amalan yang mendidik, membawa kedamaian, serta merefleksikan akhlak mulia Nabi. Dan, semestinya diisi dengan kegiatan syiar yang memperkuat keimanan, bukan justru menghadirkan unsur ketakutan, simbol-simbol iblis, atau praktik yang mendekati animisme.
"Ini jelas berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Kiai Cholil di Jakarta, Senin (14/9).
Ia mengingatkan, bergembira dengan Maulid Nabi itu dengan mengikuti sunnah beliau, seperti membaca shalawat dan membaca Alquran.
“Karnaval yang sifatnya mendidik tentu boleh, tetapi ketika itu menjadi animisme atau sesuatu yang menakutkan, tentu sangat bertentangan dengan haflah Maulid Nabi," kata dia menegaskan.
Kiai Cholil menilai, konsep karnaval yang menampilkan visualisasi horor dan menyimpang membuat makna spiritual perayaan Maulid Nabi menjadi hilang.
Momen yang seharusnya dipenuhi keberkahan dan peneladanan terhadap Rasulullah SAW justru terdistorsi oleh tontonan yang jauh dari nilai-nilai keislaman.
Dalam SKNC 2026 yang viral di media sosial, pertunjukan itu memperlihatkan para talent yang mengenakan kostum-kostum iblis yang membawa kitab berlambang mata satu (Dajjal), obor, serta penggunaan simbol pentagram terbalik yang secara universal diidentikkan dengan aliran satanik.
Hal yang paling menyita perhatian dan memicu keresahan masyarakat adalah adegan penyembelihan seekor kambing di tengah rangkaian acara pertunjukan.
Kambing tersebut dipotong secara tidak wajar hingga kepalanya terlepas dan darahnya berceceran di lantai arena pertunjukan.
Kiai Cholil memperingatkan penyembelihan hewan dengan cara yang tampak tidak beradab dan dijadikan tontonan horor sangat menyimpang dan bertentangan dengan syariat.
Dalam konteks memperagakan seni Islam dan keguyuban, Kiai Cholil mengingatkan jangan menyimpang menjadi tampilan setan-setan, atau menyembelih hewan dengan cara yang tidak baik, lehernya dipotong hingga terlepas dan seterusnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!