Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perum Bulog Sumut Optimistis Realisasi Serapan Gabah Sampai Target pada 2026

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 12:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perum Bulog Sumut Optimistis Realisasi Serapan Gabah Sampai Target pada 2026 Doc: ANTARA
Ket. Arsip - Pekerja memanggul tumpukan padi hasil panen di Desa Pematang Johar, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

MEDAN – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) optimistis realisasi serapan gabah sekitar 70.000 ton atau setara 35.000 ton beras dari petani di provinsi tersebut sesuai target pada Desember 2026.

"Kami optimistis serapan gabah pada tahun ini sampai target karena realisasi saat ini telah mencapai sekitar 45.000 ton gabah atau setara 22.752 ton beras," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Selasa (15/9).

Budi mengatakan keyakinan itu dikarenakan diberbagai daerah masih masa panen, seperti Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Asahan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Deli Serdang.

"Pada September ini, memang sudah memasuki masa panen di sejumlah daerah sehingga dapat memperkuat cadangan pangan," katanya.

Karena itu, ia mengimbau para petani untuk melakukan panen sudah memasuki tiba waktunya panen supaya hasil beras yang dihasilkan menjadi maksimal.

Untuk mengoptimalkan penyerapan, Bulog Sumut juga terus melakukan sosialisasi dan memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (gapoktan), pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.

Budi menambahkan bahwa sebagai operator pemerintah dalam pengelolaan pangan, Bulog bertugas menyerap gabah langsung dari petani sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP), yakni Rp6.500 per kilogram.

Gabah hasil penyerapan tersebut akan menjadi bagian dari cadangan pangan pemerintah untuk memenuhi berbagai penugasan, di antaranya pelaksanaan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta penanganan bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.