Tatanan Anggaran Rusak, Sentralisasi Membuat 490 Pemda Hadapi Krisis Keuangan
📅 Senin, 14 Sep 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiNazar pun mendorong pemerintah pusat dan daerah membangun mekanisme pembiayaan fiskal yang lebih transparan, partisipatif, dan akuntabel. “Desentralisasi fiskal pada akhirnya bukan semata soal berapa besar uang yang dibagi antara pusat dan daerah. Ini juga menyangkut kualitas demokrasi, apakah keputusan tentang uang publik semakin dekat dengan kebutuhan warga dan dapat dipertanggungjawabkan kepada mereka,” kata Nazar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!