Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tantangan Berat Menkeu Baru, Ekonom Minta Suahasil Nazara Lanjutkan 'Bersih-Bersih' APBN

3 Senin, 14 Sep 2026, 18:35 WIB | Oleh:

Menurut dia, pendekatan tersebut memungkinkan kebijakan fiskal tetap mendukung pertumbuhan sekaligus mempertahankan batas defisit tiga persen sebagai jangkar kredibilitas fiskal.

Irman juga menyoroti pengelolaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai salah satu aspek kebijakan fiskal yang perlu diperhatikan dalam jangka pendek.

“SAL pada akhirnya harus tetap menjadi penyangga fiskal, bukan sumber permanen likuiditas perbankan,” tuturnya.

Ia mengatakan normalisasi terhadap penempatan SAL yang telah berjalan perlu dilakukan secara bertahap, dapat diprediksi, serta dikoordinasikan dengan Bank Indonesia untuk meminimalkan tekanan terhadap likuiditas dan biaya pendanaan.

Presiden Prabowo Subianto pada Senin melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Jakarta.

Suahasil sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan terlibat dalam proses penyusunan APBN serta perumusan kebijakan fiskal pemerintah.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi belanja negara hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp1.656 triliun atau tumbuh 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Belanja tersebut tetap diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Pada periode yang sama, pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun, sehingga APBN mencatat defisit sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Keseimbangan primer masih mencatat surplus Rp85,1 triliun.

Sementara itu, pemerintah merancang belanja negara dalam RAPBN 2027 sebesar sekitar Rp4.106,3 triliun dengan defisit Rp671,2 triliun atau 2,4 persen terhadap PDB.

Postur tersebut menempatkan kualitas, efektivitas, dan produktivitas belanja sebagai salah satu aspek penting dalam menjaga kesinambungan fiskal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Harga Minyak Dunia Turun Dr...

Jakcraft Ruang UMKM Promosikan Produk Unggulan

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakcraft Ruang UMKM Promosi...
Luar Negeri
UNESCO Ungkap Fakta Mengeju...
Daerah
BPBD: Longsor di Lumajang S...
Olahraga
Ben Shelton Rekrut Mantan P...

Keengganan Membaca Benar-benar Mengkhawatirkan

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Keengganan Membaca Benar-be...
Nasional
BPS: Gangguan di Sentra Pro...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.