Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tantangan Berat Menkeu Baru, Ekonom Minta Suahasil Nazara Lanjutkan 'Bersih-Bersih' APBN

3 Senin, 14 Sep 2026, 18:35 WIB | Oleh:
Tantangan Berat Menkeu Baru, Ekonom Minta Suahasil Nazara Lanjutkan 'Bersih-Bersih' APBN Tantangan Berat Menkeu Baru, Ekonom Minta Suahasil Nazara Lanjutkan 'Bersih-Bersih' APBN Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin
Ket. Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) menyapa pegawai usai dilantik menjadi Menteri Keuangan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (14/9).

JAKARTA - Ekonom menilai Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara perlu memprioritaskan belanja produktif dan memperkuat disiplin fiskal guna menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai Suahasil memiliki kompetensi di bidang ekonomi, namun ia mengingatkan bahwa tantangan Menteri Keuangan ialah memastikan anggaran diarahkan kepada program prioritas yang berdampak luas dan berjangka panjang.

“Yang dibutuhkan adalah Menteri Keuangan sebagai good gate keeper APBN yang bisa melakukan disiplin fiskal,” kata Esther kepada ANTARA di Jakarta, Senin (14/9.

Menurut dia, fungsi penjaga APBN tersebut tidak hanya berkaitan dengan disiplin fiskal, tetapi juga memastikan alokasi anggaran menghasilkan efek pengganda yang luas bagi perekonomian.

Esther mengatakan penerapan disiplin fiskal membutuhkan dukungan ekosistem kebijakan yang kondusif agar Menteri Keuangan dapat menjalankan fungsi sebagai penjaga keuangan negara secara optimal.

Ia menjelaskan bahwa kualitas dan ketepatan alokasi belanja menjadi penting karena pengeluaran pemerintah perlu diarahkan pada kegiatan yang memberi manfaat ekonomi dalam jangka panjang dan menghasilkan efek pengganda terhadap perekonomian.

Esther menilai target defisit 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dapat dicapai melalui kombinasi pertumbuhan ekonomi, pengendalian belanja, serta penguatan penerimaan domestik.

“Program ‘bersih-bersih’ Pak Purbaya harus dilanjutkan, kemudian disiplin fiskal harus dilaksanakan agar target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 tetap tercapai,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Irman Faiz menilai penunjukan Suahasil sebagai Menteri Keuangan lebih mencerminkan kesinambungan kebijakan fiskal dibandingkan perubahan arah kebijakan secara mendasar.

“Kami melihat perombakan ini sebagai sinyal kesinambungan fiskal, bukan perubahan rezim fiskal Indonesia,” ujar Irman.

Menurut Irman, pengalaman Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan latar belakangnya sebagai teknokrat dapat membatasi risiko transisi sekaligus menjaga kesinambungan kelembagaan dalam pengelolaan APBN.

Ia mengatakan tantangan ke depan ialah menyeimbangkan agenda pertumbuhan ekonomi pemerintah dengan ruang fiskal yang tersedia sembari mempertahankan kredibilitas keuangan negara.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,0 persen pada 2027 dengan defisit RAPBN sebesar 2,40 persen terhadap PDB.

Sementara itu, Ekonom Bank Danamon memperkirakan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,1 persen pada 2027 dengan defisit sekitar 2,75 persen terhadap PDB, yang masih berada di bawah batas defisit tiga persen.

Irman menilai kondisi tersebut memperkuat pentingnya menjaga kredibilitas fiskal dengan mengalihkan belanja yang memiliki efek pengganda rendah kepada pengeluaran yang lebih produktif.

“Prioritas kebijakan perlu semakin bergeser dari sekadar memperbesar belanja menuju peningkatan kualitas, efek pengganda, dan keberlanjutannya,” ucap Irman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Harga Minyak Dunia Turun Dr...

Jakcraft Ruang UMKM Promosikan Produk Unggulan

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakcraft Ruang UMKM Promosi...
Luar Negeri
UNESCO Ungkap Fakta Mengeju...
Daerah
BPBD: Longsor di Lumajang S...
Olahraga
Ben Shelton Rekrut Mantan P...

Keengganan Membaca Benar-benar Mengkhawatirkan

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Keengganan Membaca Benar-be...
Nasional
BPS: Gangguan di Sentra Pro...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.