Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Padamkan Api TPAS Galuga, Pemerintah Kabupaten Bogor Bangun Embung Darurat

📅 Senin, 14 Sep 2026, 10:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Padamkan Api TPAS Galuga, Pemerintah Kabupaten Bogor Bangun Embung Darurat Doc: ANTARA
Ket. Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau penanganan kebakaran di TPAS Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2026) dini hari.

KABUPATEN BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, membangun sejumlah embung darurat di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga untuk mendekatkan sumber air ke titik kebakaran yang sulit dijangkau mobil pemadam.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, di TPAS Galuga, Cibungbulang, Senin (14/9) dini hari, mengatakan embung tersebut memiliki kedalaman sekitar satu hingga dua meter dan dilapisi terpal.

“Hari ini kami mendekatkan sumber air. Di tengah-tengah TPAS Galuga kami membuat beberapa embung sederhana dengan kedalaman sekitar satu hingga dua meter menggunakan terpal,” katanya.

Air ditarik dari titik awal yang berjarak sekitar satu hingga dua kilometer menuju embung kedua, kemudian disalurkan lagi ke embung ketiga menggunakan mesin pompa alkon.

Menurut Rudy, metode tersebut digunakan untuk menangani titik kebakaran di bagian timur TPAS Galuga yang tidak dapat dijangkau mobil pemadam kebakaran.

“Pemadaman di titik wilayah timur tidak menggunakan mobil damkar, tetapi dari beberapa embung yang kami bentuk menggunakan mesin alkon dan alat berat,” ujarnya.

Ia menjelaskan luas kawasan TPAS Galuga mencapai lebih dari 40 hektare. Sejumlah titik hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki atau menggunakan alat berat karena mobil dan sepeda motor tidak bisa masuk.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi tim gabungan yang terdiri atas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PMI, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, dan unsur lainnya.

Penanganan kebakaran yang terjadi sejak 7 September 2026 itu telah memasuki hari kedelapan. Luas area terdampak awalnya tercatat 5,5 hektare dan sempat meningkat menjadi 8,4 hektare pada 8 September.

Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan, area yang masih ditangani tersisa sekitar 1,4 hektare di bagian utara serta 1.000 meter persegi di bagian timur. Sementara penanganan di wilayah selatan yang dikelola Pemkab Bogor telah selesai.

Petugas bekerja selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Setiap personel bertugas sekitar tujuh hingga delapan jam untuk menjaga kondisi fisik selama proses pemadaman.

Pemkab Bogor juga menyiagakan tim patroli di sekitar kawasan pertanian untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Pemadaman ditargetkan dapat dituntaskan sebelum 17 September 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Konferensi pers kecelakaan ...
Megapolitan
Jakarta International Photo...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.