Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Habitatnya Terbakar, 3 Orangutan Dievakuasi dalam Kondisi Kurus dan Lemas di Kebun Warga Ketapang Kalbar

📅 Senin, 14 Sep 2026, 13:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Habitatnya Terbakar, 3 Orangutan Dievakuasi dalam Kondisi Kurus dan Lemas di Kebun Warga Ketapang Kalbar Doc: YIARI Kalbar
Ket. BKSDA dan YIARI Kalbar memberikan pertolongan terhadap induk orangutan di Desa Penjalaan dan Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kayong Utara, Kalimantan Barat

PONTIANAK - Tiga orangutan dievakuasi dari kebun sawit milik warga Desa Penjalaan dan Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melakukan evakuasi ketiga satwa dilindungi setelah diselamatkan warga dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

"Ketiga orangutan tersebut terdiri atas induk dan anak yang ditemukan di kebun sawit warga Desa Penjalaan serta seekor jantan dewasa di Desa Padu Banjar. Induk dan anak itu kemudian diberi nama Mama Penja dan Penja pada Sabtu (12/9) kemarin," kata Direktur Utama YIARI Dr. Karmele Llano Sanchez melalui siaran pers-nya, Senin.

Karmela mengatakan Kebakaran hutan dan lahan memaksa tiga orangutan keluar dari habitatnya di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, hingga masuk ke kebun warga dalam kondisi memprihatinkan.

Mama Penja dan anaknya ditemukan dalam kondisi sangat kurus, lemas, dan hampir tidak bergerak dari sarangnya meski terdapat aktivitas manusia di sekitar lokasi.

"Saat kami tiba di lokasi, kami melihat induk orangutan dan anaknya dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Keduanya terlihat sangat kurus dan lemas," tuturnya.

Setelah berhasil dibius menggunakan *blow dart*, tim medis memberikan cairan infus dan oksigen sebelum membawa keduanya ke Pusat Rehabilitasi YIARI, untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan Mama Penja mengalami dehidrasi berat, anemia, luka bakar pada kedua kaki hingga kulit terkelupas, serta kerusakan gigi. Tim menduga luka bakar terjadi akibat berjalan di atas tanah gambut yang terbakar, sedangkan kerusakan gigi berkaitan dengan keterbatasan sumber pakan.

Kondisi tersebut menunjukkan dampak kebakaran tidak hanya menghilangkan habitat, tetapi juga membuat satwa kesulitan memperoleh makanan. Karmele bahkan menggambarkan Mama Penja hanya mencari makanan ketika mulai sadar setelah pembiusan.

Di Desa Padu Banjar, tim menyelamatkan orangutan jantan yang kemudian diidentifikasi sebagai Kumbang. Pemeriksaan *microchip* menunjukkan Kumbang sebelumnya pernah dievakuasi dari kawasan yang sama dan dilepasliarkan kembali pada 2022.

Direktur Operasional Program YIARI Argitoe Ranting mengatakan kebakaran yang meluas diduga mendorong Kumbang meninggalkan habitatnya dan masuk ke kawasan permukiman serta kebun masyarakat. Tim juga menemukan indikasi gangguan pernapasan, luka pada tubuh, bekas jerat, serta benda asing yang diduga peluru pada bagian tangan kanannya.

"Kondisi habitat sebelumnya cukup aman bagi orangutan tersebut, namun karena kebakaran yang meluas, mendorong orangutan ini masuk di wilayah kampung dan di kebun masyarakat," katanya.

Kondisi habitat kedua lokasi juga menjadi perhatian karena Hutan Desa Penjalaan dan Hutan Desa Padu Banjar merupakan habitat orangutan sekaligus kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Palung yang menjadi salah satu kantong populasi penting orangutan di Kalimantan Barat.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane mengatakan ketiga orangutan tersebut kini menjalani perawatan di pusat penyelamatan YIARI di Ketapang. Hingga saat ini, BKSDA Kalimantan Barat telah menyelamatkan 18 individu orangutan yang terdampak karhutla.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Yuk, Ada 2.150 Lowongan Ker...
Advertisement
Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.