Investasi dan Hilirisasi Jadi Penopang Ekonomi Indonesia di Tengah Perlambatan Global
📅 Minggu, 13 Sep 2026, 22:45 WIB | Oleh: Haryo BronoAsisten Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia, Yansen Lokanata, mengatakan sejumlah kebijakan telah diterapkan untuk memperkuat pasar valuta asing domestik. Kebijakan tersebut antara lain mencakup pengembangan transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT), penyempurnaan ketentuan transaksi pasar valuta asing, serta implementasi Ketentuan Transaksi Pasar Valas Transaksi Lindung Nilai melalui Bank Mitra atau VASTRA.
VASTRA dirancang untuk memperluas akses investor global terhadap instrumen lindung nilai rupiah di pasar domestik. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan akses investor terhadap instrumen keuangan Indonesia, tetapi juga memperkuat likuiditas dan transparansi pasar valuta asing.
Dengan semakin berkembangnya instrumen lindung nilai di pasar domestik, pelaku pasar memiliki lebih banyak pilihan untuk mengelola risiko yang muncul akibat perubahan nilai tukar. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut diharapkan ikut memperkuat stabilitas pasar keuangan nasional.
“Pendalaman pasar valuta asing merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” ujar Yansen.
“Berbagai kebijakan yang terus disempurnakan Bank Indonesia bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pasar, memperluas akses investor, serta mendorong terciptanya pasar keuangan yang lebih inklusif dan berdaya tahan dalam menghadapi dinamika global,” lanjutnya.
Ke depan, prospek ekonomi Indonesia dinilai masih positif meski tekanan dari perekonomian global belum sepenuhnya mereda. Stabilitas makroekonomi, investasi yang tetap menjadi penopang pertumbuhan, serta perkembangan sektor-sektor baru seperti hilirisasi, ekonomi digital, dan pusat data menjadi modal penting bagi perekonomian nasional.
Pada saat yang sama, penguatan pasar keuangan domestik menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan ekonomi. Pasar valuta asing yang semakin dalam, likuid, dan efisien diharapkan mampu membantu Indonesia menghadapi perubahan arus modal dan dinamika kebijakan moneter global.
Kombinasi antara pertumbuhan ekonomi domestik, investasi, dan penguatan infrastruktur pasar keuangan pada akhirnya diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional di tengah perubahan lanskap ekonomi global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!