Karhutla Taman Nasional Meru Betiri Meluas 72 Hektare, Asap Bikin Mata Warga Perih
📅 Jumat, 11 Sep 2026, 16:45 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
JEMBER – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, Jember, meluas hingga mencapai sekitar 72 hektare. Asap dari kebakaran juga mulai mengganggu warga di sekitar lokasi, bahkan membuat mata perih dan mengganggu pernapasan.
Dikutip dari Antara, karhutla terjadi di kawasan hutan yang berada di Desa Curahnongko dan Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember. Kebakaran dilaporkan telah berlangsung sejak Selasa (8/9) dan hingga Jumat (11/9) masih terdapat titik api yang belum berhasil dipadamkan.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, api diduga pertama kali muncul dari wilayah barat kawasan hutan dan lahan Desa Curahnongko. Api kemudian menjalar dengan membakar dedaunan kering, ilalang hingga tanaman rambat yang berada di kawasan hutan.
"Luas lahan dan hutan yang terbakar mencapai 72 hektare dan faktor angin yang cukup kencang menjadi penyebab sulitnya dipadamkan dengan peralatan manual yang dimiliki petugas gabungan," kata Edy, Jumat (11/9).
Tiupan angin kencang membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan. Kondisi bahkan sempat mengkhawatirkan karena titik api mendekati permukiman warga dengan jarak sekitar 100 meter.
Warga pun ikut membantu petugas melakukan pemadaman secara manual. Di sisi lain, kepulan asap mulai berdampak terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak.
"Asap dari karhutla dikabarkan mengganggu pernapasan dan membuat mata perih warga Dusun Krajan, Desa Curahnongko, sehingga petugas juga membagikan masker kepada warga tersebut," ujar Edy.
Petugas sebenarnya sempat berhasil memadamkan api di kawasan barat hutan Desa Curahnongko pada Kamis (10/9) petang. Namun, kebakaran kembali muncul di kawasan hutan sebelah timur, tepatnya di wilayah Desa Andongrejo.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember kemudian membantu Tim Meru Betiri Resort Andongrejo melakukan pemadaman secara manual. Petugas juga membagikan masker kepada warga Desa Curahnongko untuk mengurangi dampak asap kebakaran.
"Api sudah padam di wilayah barat kawasan hutan di Desa Curahnongko, sedangkan di wilayah timur kawasan hutan di Desa Andongrejo masih belum padam," kata Edy.
Untuk mendukung proses pemadaman, BPBD Jember telah mengirim personel TRC ke lokasi kebakaran di Desa Andongrejo. BPBD juga berkoordinasi dengan Damkar Pos Ambulu untuk mendapatkan dukungan air bagi tim yang melakukan penanganan karhutla.
Hingga kini, petugas gabungan masih berjibaku mengendalikan api sekaligus mengantisipasi agar kebakaran tidak kembali meluas ke wilayah lain maupun semakin mendekati permukiman warga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!