Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inflasi Pangan Mengintai, CORE Desak Perkuat Manajemen Stok

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 20:25 WIB | Oleh: Tim Penulis

Faisal menilai tingkat inflasi secara tahunan tersebut masih berada dalam kisaran sasaran inflasi 2026 sebesar 2,5 hingga 1 persen.

Meski demikian, ia menilai komposisi inflasi tetap perlu mendapat perhatian karena tekanan harga masih berasal dari kelompok pangan, termasuk daging ayam ras, cabai rawit, ikan, dan minyak goreng.

“Nah, jadi itu masih yang paling besar, ya, sehingga ini masih perlu menjadi perhatian terkait dengan produksi dan juga distribusi daripada bahan pangan,” kata Faisal.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia pada Jumat, pukul 10.10 WIB, mencatat harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran secara nasional sebesar Rp88.150 per kilogram dan telur ayam ras Rp28.900 per kilogram.

PIHPS juga mencatat harga daging ayam ras segar sebesar Rp40.100 per kilogram, minyak goreng curah Rp20.900 per liter, serta beras kualitas medium I Rp16.050 per kilogram.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) rata-rata Juni-Juli-Agustus 2026 sebesar 2,2 yang menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat.

Faisal mengatakan kondisi El Nino perlu dicermati dalam beberapa bulan mendatang karena musim kemarau yang lebih panjang dikhawatirkan mengganggu produksi pangan dan meningkatkan tekanan harga.

Oleh karena itu, ia menilai pemerintah perlu melakukan intervensi dengan menjaga produktivitas bahan pangan pokok dan kelancaran distribusi, serta mengelola stok melalui kerja sama antardaerah.

"Ini perlu menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan intervensi terutama dalam hal menjaga produktivitas bahan pangan, bahan pokok, dan juga distribusinya, serta melakukan manajemen stocking yang bersifat kerja sama antardaerah-daerah," ujar dia.

Sejalan dengan upaya tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjalankan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk membantu menciptakan keseimbangan harga dengan memobilisasi komoditas dari wilayah produsen surplus atau berharga rendah menuju wilayah konsumen yang defisit atau berharga tinggi.

Berdasarkan data Bapanas, realisasi FDP hingga Juli 2026 mencapai sekitar 174,96 ton berbagai komoditas pangan.

Bapanas juga menetapkan FDP sebagai salah satu instrumen stabilisasi harga pangan pada 2026 untuk memperkuat keseimbangan pasokan antarwilayah dari daerah surplus menuju daerah defisit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.