Dokumenter Elon Musk Bikin Heboh, Sisi Kontroversial Sang Miliarder Dibongkar
📅 Rabu, 09 Sep 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim PenulisMantan teman Musk, filsuf Sam Harris, mengatakan kepada Gibney bahwa pandemi COVID-19 pada 2020 menjadi titik perubahan penting dalam pemikiran Musk.
Pada periode yang sama, putra sulung Musk bertransisi menjadi perempuan. Musk kemudian menyebut perubahan tersebut sebagai akibat dari "woke mind virus".
Ketegangan dengan pemerintahan Presiden AS saat itu, Joe Biden, terkait acara kendaraan listrik di Gedung Putih juga disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perubahan sikap Musk.
Sorotan Penggunaan Narkoba
Dokumenter tersebut tidak banyak mengungkap informasi baru mengenai laporan penggunaan narkoba oleh Musk, termasuk ketamin dan LSD. Gibney lebih banyak mengandalkan laporan sebelumnya dari The Wall Street Journal.
Namun, film itu mengungkap bahwa Musk pernah menghubungi pemilik WSJ, Rupert Murdoch, untuk meminta agar pemberitaan mengenai dirinya dihentikan. Upaya tersebut tampaknya tidak berhasil.
Menolak diwawancarai
Musk menolak berbicara dengan Gibney ketika proyek film dimulai. Ia bahkan menyebut sang sutradara sebagai "douchebag" melalui platform media sosial X.
Gibney kemudian menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menghadirkan versi digital Musk yang membacakan sejumlah pernyataan yang pernah disampaikannya dalam wawancara sebelumnya.
Film tersebut juga mengandalkan kesaksian sejumlah mantan pasangan, teman, dan mitra bisnis Musk yang pernah memiliki konflik dengannya.
Data dan DOGE
Bagian akhir dokumenter menyoroti masa Musk memimpin Department of Government Efficiency (DOGE) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Film itu mengaitkan kebijakan pemangkasan anggaran DOGE dengan ribuan kematian akibat pengurangan bantuan AS ke luar negeri. Dokumenter tersebut juga menuduh Musk menggunakan posisi itu untuk menghentikan penyelidikan terhadap dirinya dan mengakses informasi yang berpotensi membantu perusahaan-perusahaannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!