Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NEO rheumacyl Ajak UMKM Masuk Ekosistem Digital Tanpa Beban Komisi Penjualan

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 12:25 WIB | Oleh:
NEO rheumacyl Ajak UMKM Masuk Ekosistem Digital Tanpa Beban Komisi Penjualan Doc: Tempo Scan Pacific
Ket. Poster program NEO rheumacyl Peduli UMKM. NEO rheumacyl menyiapkan dukungan Rp1 miliar bagi UMKM melalui pembinaan dan akses berjualan di Tempomart.com tanpa komisi selama enam bulan.

JAKARTA — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi tantangan yang semakin beragam dalam mengembangkan bisnis di tengah pergeseran aktivitas perdagangan ke kanal digital. Selain akses permodalan dan pasar, biaya layanan platform perdagangan daring menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan untuk menjaga margin usaha.

Kondisi tersebut mendorong NEO rheumacyl menghadirkan kembali program NEO rheumacyl Peduli UMKM dengan dukungan senilai Rp1 miliar. Pada penyelenggaraan tahun ketujuh ini, program tersebut diperluas melalui akses berjualan di Tempomart.com tanpa komisi penjualan selama enam bulan.

Dukungan tersebut juga mencakup penguatan visibilitas toko melalui program promosi, antara lain voucher diskon dan subsidi ongkos kirim, serta pembinaan untuk membantu pelaku usaha mengelola toko dan mengembangkan penjualan secara digital.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Maret 2026, jumlah UMKM di Indonesia telah mencapai lebih dari 64 juta unit. Sektor ini berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional.

Sementara itu, Kementerian UMKM pada Januari 2026 menyebut sekitar 27 juta UMKM telah masuk ke ekosistem digital melalui media sosial dan marketplace berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Namun, digitalisasi tidak serta-merta menghilangkan tantangan bagi pelaku usaha. Kementerian UMKM pada 2026 menyebut biaya layanan yang dikenakan sejumlah marketplace kepada penjual berada pada kisaran 10–18 persen dari setiap transaksi, belum termasuk biaya promosi maupun iklan.

Kondisi tersebut membuat pelaku UMKM perlu memperhitungkan struktur biaya ketika memperluas penjualan melalui platform digital. Kanal penjualan tanpa komisi dinilai dapat memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha untuk mempertahankan margin dan mengalokasikan sumber daya untuk pengembangan bisnis.

“Bagi kami, semangat NEO rheumacyl dengan slogannya ‘Terus Bergerak, Saat Menyerah Bukan Pilihan’ mencerminkan keseharian para pelaku UMKM yang terus berupaya menjaga keberlangsungan usahanya di tengah berbagai tantangan,” ujar Diana Theodora, General Manager Brand Creative Content & Communication Health Care Division, PT Tempo Scan Pacific Tbk, melalui keterangannya, Selasa (8/9).

Menurut Diana, akses terhadap modal, pasar, dan pengetahuan yang relevan juga diperlukan agar semangat pelaku UMKM dapat diikuti dengan kemampuan mengembangkan bisnis.

“Menjawab kebutuhan itu, Tempo Scan melalui NEO rheumacyl menghadirkan NEO rheumacyl Peduli UMKM sekaligus membuka akses pasar melalui Tempomart.com. Kami ingin membantu UMKM bukan sekadar memiliki toko online, tetapi juga meningkatkan visibilitas, menjaga margin, dan membangun bisnis yang lebih siap bertumbuh,” tambahnya.

Akses Berjualan Tanpa Komisi

Melalui program tersebut, UMKM terpilih memperoleh kesempatan membuka lapak di Tempomart.com tanpa komisi penjualan selama enam bulan.

Selain akses kanal penjualan, peserta mendapatkan dukungan untuk meningkatkan visibilitas toko melalui program promosi berupa voucher diskon dan gratis ongkos kirim. Pendampingan juga diarahkan untuk membantu pelaku usaha mengelola toko dan meningkatkan efektivitas penjualan secara daring.

Tempomart.com merupakan platform perdagangan daring milik Tempo Scan Group yang mulai beroperasi pada 2019. Platform tersebut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus membuka akses pasar digital bagi pelaku UMKM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
Daerah
Hadapi Kekeringan, BPBD Cil...
Megapolitan
Imbas Abu Vulkanik Anak Kra...
Megapolitan
Meski PJJ, Disdik Tangsel W...
Advertisement
Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.