Kios Pangan Mimika Efektif Perluas Pasar Hasil Pertanian Lokal
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 05:55 WIB | Oleh: SriyonoTIMIKA - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyatakan Kios Pangan terbukti efektif untuk membantu memperluas akses pasar bagi komoditas pangan yang dihasilkan petani lokal.
Sekretaris DKP Mimika I Nyoman Dwitana di Timika, Senin (7/9), mengatakan Kios Pangan membeli hasil pertanian langsung dari petani binaan, termasuk mama-mama Papua, kemudian memasarkannya kepada masyarakat.
"Konsepnya kami jemput bola. Hasil pertanian petani lokal mama-mama Papua binaan kami, kami datangi langsung, kemudian kami beli dan bawa ke Kios Pangan untuk dipasarkan," katanya.
Menurut dia, mekanisme tersebut membantu petani yang selama ini menghadapi kendala dalam memasarkan hasil pertanian, terutama karena biaya transportasi untuk membawa komoditas dari lokasi produksi ke pasar.
DKP Mimika tidak hanya membeli dan menjual komoditas melalui Kios Pangan, tetapi juga menjalankan Kios Keliling sebanyak dua hingga tiga kali dalam sepekan untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Hasil pertanian yang telah dibeli dari petani dibawa menggunakan Kios Keliling dan dipasarkan langsung kepada masyarakat di sejumlah lokasi yang telah ditentukan.
Kepala Seksi Distribusi Pangan DKP Mimika Husnia mengatakan sedikitnya 500 petani lokal telah menjadi binaan dan memasarkan hasil pertaniannya melalui Kios Pangan.
Petani tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Distrik Mimika Baru, Wania, Kuala Kencana, dan Mimika Timur.
"Kemungkinan jumlahnya terus bertambah, bahkan sudah mencapai 600 petani lokal binaan karena banyak petani baru yang mendaftar," katanya.
DKP Mimika saat ini mengoperasikan dua Kios Pangan, yakni Kios Pangan pusat di samping Kantor DKP Mimika di Jalan Poros SP2-SP5 dan Kios Pangan Mapurujaya di Distrik Mimika Timur.
Menurut Husnia, pemerintah daerah berencana menambah Kios Pangan pada tahun depan seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap pangan lokal.
Selain memperluas akses pasar bagi petani, program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Pemerintah daerah menanggung sebagian biaya distribusi sehingga petani tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi untuk membawa sendiri hasil pertaniannya ke pasar. Komoditas yang dibeli dari petani kemudian dapat dipasarkan melalui Kios Pangan dengan harga bersubsidi kepada masyarakat.
"Petani kami bantu memasarkan hasil pertaniannya. Subsidi untuk petani ada pada transportasi karena sebelumnya mereka membawa sendiri hasil pertanian ke pasar dengan biaya transportasi yang mahal. Sekarang kami jemput dan bantu memasarkannya, sementara kepada masyarakat kami juga menjual dengan harga subsidi," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!