Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penjualan Masker di Tanah Abang Naik Signifikan Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

📅 Senin, 07 Sep 2026, 14:45 WIB | Oleh:
Penjualan Masker di Tanah Abang Naik Signifikan Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau Doc: RRI/Zahrotin Aljannah

JAKARTA - Penjualan masker di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, meningkat di tengah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Salah satu pedagang menyebut permintaan masker dalam dua hari terakhir melonjak hingga tiga kali lipat.

Peningkatan permintaan masker tersebut terjadi di tengah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai sejumlah wilayah. Kondisi itu membuat masker menjadi salah satu perlengkapan yang dicari masyarakat untuk mendukung aktivitas di luar ruangan.

Khaerudin, pedagang masker di Pasar Tanah Abang, mengatakan peningkatan penjualan mulai terasa dalam dua hari terakhir. Kondisi tersebut membuat persediaan masker di lapaknya semakin cepat berkurang.

"Wah drastis, ada 3 kali lipat kemarin. Kemarin itu, baru kemarin ya, baru 3 hari, 2 hari lah," kata Khaerudin, Senin (7/9).

Menurut Khaerudin, tingginya permintaan masker juga membuat pedagang kesulitan memperoleh stok dari agen. Ia mengatakan persediaan masker di lapaknya kini telah habis dan harga modal dari agen juga meningkat.

"Stok saya, udah habis stok nih. Kalo harga-harga, kita harga jual di sananya udah tinggi semua harga modalnya," ujar dia.

Khaerudin menyebut masker medis, duckbill, dan KF94 menjadi beberapa jenis yang banyak dibeli masyarakat. Menurutnya, harga masker bervariasi berdasarkan jenis serta jumlah isi dalam setiap kemasan.

"Harganya kisaran Rp10.000, Rp25.000. Isinya ada yang 50, ada yang isi 10," kata dia.

Ia mengatakan stok masker di agen juga telah habis akibat tingginya permintaan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat pedagang harus mengambil persediaan langsung dari gudang.

"Stoknya sekarang juga udah habis semua, habis semua stoknya. Di serbu dari kemarin habis semua di agen juga, jadi kita harus ngambil ke gudang langsung," ujar dia.

Meski permintaan meningkat dan harga modal dari agen tinggi, Khaerudin mengaku tidak menaikkan harga jual masker. Ia memilih mempertahankan harga standar agar tetap terjangkau masyarakat.

"Kalau saya sih harga standar aja lah. Biar bareng-bareng kita," kata dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
Advertisement
Ribuan Warga Surabaya Kena Cleansing, Anggota DPR Pertanyakan Tanggung Jawab Moral BPJS

Ribuan Warga Surabaya Kena Cleansing, Anggota DPR Pertanyakan Tanggung Jawab Moral BPJS

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.