Amanah Baru Ayatulloh Dimulai, dari Dagang Gorengan Jadi Kades Pahlawan
📅 Minggu, 27 Sep 2026, 23:01 WIB | Oleh: OpikBEKASI - Aroma gorengan dari wajan menjadi bagian dari keseharian Ayatulloh jauh sebelum namanya dikenal dalam kontestasi pemilihan kepala desa Pahlawan Setia, Kabupaten Bekasi.
Dari aktivitas sederhana itu, ia menjalani kehidupan sebagai warga biasa yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dan bersentuhan dengan berbagai persoalan sehari-hari.
Kini, ruang kehidupannya berubah. Setelah memenangkan pemilihan kepala desa (Pilkades) Pahlawan Setia, Ayatulloh menghadapi tanggung jawab baru sebagai kepala desa.
Dalam pemilihan tersebut, Ayatulloh yang maju sebagai calon nomor urut 2 memperoleh 4.174 suara. Ia mengungguli calon nomor urut 1 Zainal Abidin yang memperoleh 3.434 suara dan calon nomor urut 3 Zaid Husain dengan 2.248 suara.
Perolehan suara itu mengantarkannya ke kantor desa. Namun, kemenangan dalam kontestasi politik di tingkat desa sekaligus membuka tahap baru yang berbeda: menerjemahkan gagasan selama masa pemilihan menjadi program dan pelayanan yang dapat dirasakan masyarakat.
Ayatulloh mengatakan kepemimpinan desa harus dimulai dari kesediaan mendengarkan masyarakat dan memahami persoalan yang mereka hadapi.
"Yang saya mau itu mendengarkan suara masyarakat. Program apa yang memang turun dari masyarakat, itu yang harus diperhatikan," kata Ayatulloh.
Ia juga menyebut transparansi anggaran dan program sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan desa yang ingin dijalankannya.
"Transparansi anggaran, transparansi program. Masyarakat harus tahu programnya apa, anggarannya berapa, dan untuk apa," ujarnya.
Dari tempat berjualan ke ruang pelayanan warga
Bagi seorang pedagang, bertemu masyarakat merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari. Interaksi tersebut sekaligus membuat seseorang berhadapan dengan berbagai cerita warga, mulai dari persoalan ekonomi keluarga hingga kebutuhan sosial di lingkungan.
Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan Ayatulloh sebelum memasuki pemerintahan desa.
Kini, ia mengatakan pola interaksi langsung dengan masyarakat tersebut perlu diterapkan dalam menjalankan tugas sebagai kepala desa.
Menurut Ayatulloh, kepala desa tidak cukup hanya menjalankan aktivitas dari kantor. Kondisi warga di lingkungan juga perlu diketahui melalui perangkat pemerintahan yang berada paling dekat dengan masyarakat, mulai dari kepala dusun, rukun warga (RW), hingga rukun tetangga (RT).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!