Hati-hati Berbicara di Mobil Modern Anda, Waspada Percakapan Dalam Kabin Risiko Penyadapan Data
📅 Minggu, 27 Sep 2026, 19:55 WIB | Oleh: OpikAUSTRALIA - Sebuah dokumenter yang dibuat di Australia menyoroti potensi risiko keamanan siber yang muncul seiring keberadaan mobil listrik modern dalam jumlah besar.
Laman Carscoops, Jumat (25/9) waktu setempat melaporkan, dokumenter itu menunjukkan bagaimana perusahaan otomotif memiliki akses terhadap begitu banyak informasi dari setiap kendaraan, mengingat mobil modern mampu mengumpulkan data dalam jumlah besar, bukan hanya mengenai kondisi kendaraan saat dikemudikan, tetapi juga berpotensi berdampak kepada penggunanya.
Investigasi tersebut terutama menyoroti dua merek mobil listrik Tiongkok, yakni Xpeng dan BYD. Pada Xpeng, seorang sumber internal perusahaan yang tidak disebutkan namanya diduga dapat memantau Xpeng G6 yang diperoleh ABC News.
Sumber tersebut disebut dapat mengetahui lokasi, kecepatan, keterisian kursi, hingga sudut kemudi kendaraan, serta sejumlah informasi lainnya. Informasi tersebut dan data lainnya juga diduga dapat diakses oleh perusahaan di Tiongkok.
Laporan tersebut menyoroti potensi risiko terhadap keamanan nasional yang dapat ditimbulkan mobil Tiongkok, terutama karena adanya kemungkinan data sensitif dikirim kembali ke Tiongkok. Risiko ini semakin menjadi perhatian ketika pejabat pemerintah sendiri menggunakan mobil Tiongkok.
Laporan ABC menggali lebih jauh persoalan tersebut dengan menunjukkan apa yang dapat dilakukan peretas jika memiliki akses terhadap kendaraan.
Dan Hreszczuk, seorang pakar keamanan siber yang mengkhususkan diri pada kendaraan, diberi sebuah pikap BYD Shark 6 selama dua pekan. Setelah menemukan celah keamanan, dia dapat mengakses sistem mobil tersebut dengan cukup mudah.
"Akses yang kami manfaatkan bahkan tidak memiliki kata sandi," kata Hreszczuk.
Hreszczuk dapat mengunci pengemudi di dalam mobil, memutar musik dengan volume keras, serta mengutak-atik wiper dan lampu ketika mobil sedang melaju.
Meski tindakan tersebut dapat mengganggu dan berpotensi membahayakan, hal yang lebih mengkhawatirkan terjadi ketika peretas dapat mendengarkan mikrofon di dalam mobil.
Dia tidak hanya dapat mendengarkan informasi yang berpotensi sensitif, seperti percakapan telepon, tetapi juga merekam suara jurnalis tersebut dan merekam perintah pengaktifan iPhone miliknya untuk kemudian diputar melalui pengeras suara Shark 6.
Ketika perintah “Hey Siri” terpicu, peretas kemudian memasukkan perintahnya sendiri sehingga iPhone tersebut mengungkap berbagai informasi.
Data yang terungkap mencakup tanggal lahir dan nomor telepon pengguna, bahkan nomor kontak orang-orang yang tersimpan di buku teleponnya. Salah satu nomor tersebut ternyata merupakan nomor telepon Perdana Menteri Australia.
Kekhawatiran mengenai keamanan nasional telah mendorong sejumlah negara lain, seperti Inggris dan Polandia, melarang mobil Tiongkok berada di lokasi-lokasi sensitif. Namun, sejauh ini belum ada indikasi bahwa Tiongkok meminta produsen mobilnya untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap negara lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!