Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ratusan Wisatawan Tinggalkan Gili Trawangan akibat Krisis Air Bersih, Pelaku Usaha Tuntut Pemda Bertanggung Jawab.

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 00:01 WIB | Oleh:
Ratusan Wisatawan Tinggalkan Gili Trawangan akibat Krisis Air Bersih, Pelaku Usaha Tuntut Pemda Bertanggung Jawab. Doc: Antara Foto
Ket. Wisatawan di kawasan wisata di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ratusan wisatawan di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan memilih meninggalkan pulau itu lebih awal setelah terputusnya pasokan air bersih di destinasi tersebut.

Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB sekaligus Ketua Asosiasi Hotel Gili Trawangan, Lalu Kusnawan, membenarkan ratusan wisatawan telah memilih keluar lebih awal dari penginapan di destinasi wisata andalan NTB itu.

"Ya, catatan kita ada 300 orang sudah memilih chek out lebih awal keluar dari Gili Trawangan," ujarnya dihubungi melalui telepon dari Mataram, Sabtu.

Ia mengakui pasokan air bersih di Gili Trawangan ini mulai terhenti sejak Kamis (3/9) sekitar pukul 00.00 Wita. Akibat berhentinya pasokan air tersebut, berpengaruh pada hotel dan akomodasi di pulau tersebut.

"Teman-teman hotel bahkan sampai kuras kolam untuk memenuhi kebutuhan sanitasi karena nggak ada air bersih," terang Kusnawan.

Kusnawan menyayangkan terhentinya aliran air bersih ke tempat itu. Pasalnya, saat ini jumlah wisatawan ke kawasan Gili Trawangan sedang penuh-penuhnya. Dalam sehari jumlah wisatawan ke Gili mencapai 3.000 orang hingga lebih.

"Itu jumlah wisatawan sehari. Karena kunjungan ke Gili ini sedang tinggi-tingginya," ucapnya.

Menurutnya, para pelaku wisata sudah berupaya mendatangkan air bersih dari daratan Pulau Lombok. Namun, konsekuensi-nya biaya yang dikeluarkan cukup besar. Meski begitu, air yang diambil dari daratan tersebut belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan yang ada.

"Kita nggak tahu kondisi ini sampai kapan. Tapi kalau seminggu masih begini kita nggak tahu sudah, karena ini kejadian bukan kali ini saja terjadi," ungkap Kusnawan.

Selama ini kata dia, pelaku usaha di tempat itu selalu membayar pajak dan retribusi kepada pemerintah daerah. Termasuk, membayar kebutuhan air bersih dari perusahaan air minum daerah setempat. Untuk itu, pihaknya menuntut tanggungjawab dari pemerintah setempat untuk mengatasi hal ini.

Terkait terputusnya air bersih ini, pihaknya sudah menyampaikan kepada Pemda Lombok Utara dan Pemprov NTB untuk segera mengatasi masalah ini sehingga tidak terus dibiarkan berlarut-larut.

"Kami dalam waktu dekat akan bersurat ke Presiden untuk menyampaikan persoalan air bersih di gili ini. Drafnya sudah kami siapkan dan tinggal kami kirim ke Jakarta dalam waktu dekat." 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.