Senam 'Ikan Nae di Pante' FOKBI, Gerakan Budaya NTT yang Penuh Makna
📅 Minggu, 27 Sep 2026, 13:42 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) menjelaskan senam kreasi bertajuk "Ikan Nae di Pante" tidak hanya menjadi aktivitas kebugaran, tetapi juga merangkum filosofi kehidupan dan kebudayaan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sarat dengan nilai gotong royong dan kebersamaan.
Wakil Ketua Umum FOKBI Lily Greta Karmel saat ditemui di Jakarta, Minggu (27/9), mengatakan senam yang diciptakan sekitar dua tahun lalu tersebut mengolaborasikan gerakan kebugaran dengan representasi aktivitas keseharian masyarakat NTT.
Menurut dia, sejumlah gerakan dalam senam itu menggambarkan aktivitas masyarakat, mulai dari bercocok tanam, menjala dan menangkap ikan, hingga gerakan tarian dengan bergandengan tangan yang mencerminkan kerukunan dan kebersamaan.
"Kami ingin mengembangkan budaya NTT ini melalui senam 'Ikan Nae di Pante' agar bisa seperti 'Poco-Poco' yang sudah berhasil kita bawa go international ke tingkat dunia," kata Lily.
Ia berharap senam kreasi tersebut dapat mengikuti keberhasilan "Poco-Poco" yang telah dikenal hingga mancanegara. Pada 2018, sebanyak 65.000 orang melakukan senam "Poco-Poco" di Jakarta dan memecahkan rekor dunia Guinness World Record Poco-Poco Dance.
Momentum dua tahun karya senam "Ikan Nae di Pante" tersebut juga dimanfaatkan FOKBI untuk menggelar aksi kemanusiaan bagi masyarakat NTT yang tengah tertimpa bencana.
"Ada dua tujuan sekaligus, kita peduli dengan musibah di NTT, sekaligus mengangkat karya budaya kita untuk NTT. Semua gerakan senam ini menceritakan kehidupan masyarakat di sana," tutur Lily.
Untuk aksi sosial tersebut, jajaran pimpinan pusat FOKBI bersama Ketua Umum Sapta Nirwandar berencana turun langsung ke wilayah NTT untuk meninjau kondisi lapangan sekaligus menyerahkan bantuan dana yang dihimpun.
Kegiatan bertajuk "Gerak Peduli NTT" itu diikuti secara hibrida oleh 250 peserta secara luring di Jakarta dan terhubung serentak dengan 11 kepengurusan daerah di Indonesia.
Donasi awal secara simbolis telah disalurkan Yayasan KORPRI sebesar Rp25 juta, sementara penghimpunan dana dari pengurus daerah masih terus berjalan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!