Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aktivis Lingkungan: Revitalisasi Tambak Pantura Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Pesisir

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 14:15 WIB | Oleh:
Aktivis Lingkungan: Revitalisasi Tambak Pantura Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Pesisir Doc: Istimewa

INDRAMAYU — Program revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa diarahkan untuk meningkatkan produktivitas kawasan pesisir. Program tersebut juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan serta membuka peluang ekonomi masyarakat.

Aktivis lingkungan Yogyakarta, Iwan “Terpal” Setiawan, menilai program tersebut perlu dilihat secara menyeluruh. Menurut dia, revitalisasi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik kawasan tambak.

Program tersebut juga menyangkut peningkatan produktivitas, lapangan kerja, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Karena itu, pelaksanaannya perlu memperhatikan aspek ekonomi sekaligus keberlanjutan lingkungan.

“Program revitalisasi perlu dilihat berdasarkan kondisi kawasan dan manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Iwan, Kamis (24/9). Menurut dia, evaluasi harus menggunakan data lapangan dan mempertimbangkan kondisi tambak yang sudah ada.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan program mencakup empat kabupaten di Jawa Barat. Wilayah tersebut meliputi Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu. Total kawasan yang menjadi sasaran revitalisasi mencapai 20.413,25 hektare. Luasan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan tambak untuk mendukung ketahanan pangan.

Di Kabupaten Indramayu, kawasan yang disiapkan mencapai 2.875,48 hektare. Lokasinya mencakup Kecamatan Cantigi, Kandanghaur, Losarang, Pasekan, dan Sindang.

KKP mengembangkan komoditas nila salin melalui sistem budidaya modern dan berbasis klaster. Pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi serta memperluas akses pasar.

Pemerintah menargetkan peningkatan produktivitas tambak melalui penerapan teknologi budidaya. Program tersebut juga diharapkan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Iwan menilai revitalisasi dapat menjadi momentum untuk mengoptimalkan kembali kawasan tambak yang kurang produktif. Namun, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan kepentingan masyarakat.

“Peningkatan produksi harus berjalan bersama dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat,” kata dia seraya menambahkan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari peningkatan produksi semata.

Aspek sosial juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan revitalisasi tambak Pantura. Masyarakat pesisir perlu mendapatkan informasi mengenai rencana, tahapan, dan manfaat program.

Pelibatan masyarakat juga diperlukan untuk mengidentifikasi persoalan yang muncul selama pelaksanaan program. Dialog tersebut dapat membantu pemerintah menyesuaikan kebijakan dengan kondisi lapangan.

Iwan mengatakan kritik terhadap program pembangunan tetap diperlukan sebagai bagian dari pengawasan publik. Namun, kritik sebaiknya disampaikan berdasarkan data, kajian, dan kondisi faktual di lapangan.

“Kalau ada persoalan lingkungan, tunjukkan berdasarkan data dan kondisi lapangan,” ujar dia. Dengan begitu, evaluasi program dapat dilakukan secara terbuka dan konstruktif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Indonesia vs Singapura di G...

Ahmad Dilantik sebagai Ketua KNKT Masa Jabatan 2026-2030

50 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Ahmad Dilantik sebagai Ketu...
Luar Negeri
Indonesia Tandatangani Konv...

Karhutla Gunung Rinjani Capai 589 Hektare

53 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Karhutla Gunung Rinjani Cap...
Megapolitan
Warga Harus Diutamakan Mend...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.