Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karhutla Awal September di Taman Nasional Tambora Berdampak Sekitar 834 Hektare

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 23:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Karhutla Awal September di Taman Nasional Tambora Berdampak Sekitar 834 Hektare Doc: Antara
Ket. Petugas Balai Taman Nasional Tambora melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di SPTN Wilayah II Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Jumat (4/9/2026).

Dompu - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah lokasi di kawasan Taman Nasional (TN) Tambora, Nusa Tenggara Barat pada awal September 2026 berdampak pada areal sekitar 834 hektare.

Kepala Balai TN Tambora Abdul Azis Bakry di Dompu, Sabtu, mengatakan tiga kejadian karhutla ditangani petugas pada 1–4 September 2026, masing-masing di Resor Kawinda Toi, Jalur Semen dan Kadondo, serta Jalur Pintu Walet Timur Oi Hodo.

"Berdasarkan hasil pemantauan dan ground check, api pada lokasi yang telah ditangani terpantau padam, namun pemantauan lapangan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api," katanya.

Kejadian pertama terpantau di Resor Kawinda Toi, SPTN Wilayah I Kore, pada 1–3 September 2026, meliputi Jalur Pendakian Kawinda Toi Pos 5–Pos 6 dan Doro Onta.

Luas areal terdampak sementara ini sekitar 400–500 hektare. Sebanyak tujuh petugas melakukan ground check dan pengecekan menyeluruh terhadap kawasan terdampak.

Dalam pengecekan tersebut, petugas masih menemukan bara pada batang cemara di Grid 733 yang kemudian langsung dipadamkan. Penyebab kebakaran masih didalami dengan dugaan awal berkaitan dengan aktivitas perburuan liar rusa timor.

Pada 3 September 2026, penanganan karhutla juga dilakukan di Jalur Semen dan Kadondo, SPTN Wilayah I Kore, dengan luas areal terdampak sekitar 2,32 hektare.

Sebanyak 14 personel melakukan pemadaman, mopping up, pengukuran areal terdampak, serta pembuatan sekat bakar sederhana untuk mencegah api kembali menjalar.

Dugaan sementara, kebakaran di lokasi tersebut merupakan rambatan api dari aktivitas pembersihan lahan masyarakat.

Pada 4 September 2026, tim melakukan penanganan di Jalur Pintu Walet Timur Oi Hodo, SPTN Wilayah II Pekat, dengan luas areal terdampak sementara sekitar 332,50 hektare.

Sebanyak 16 personel yang terdiri atas petugas TN Tambora, mitra, dan mahasiswa dikerahkan melakukan ground check, pemadaman, pembuatan sekat bakar, pengurangan bahan bakar kering, serta pemantauan hingga api dipastikan padam.

Dugaan awal kebakaran di lokasi tersebut berasal dari rambatan api dari lahan masyarakat. Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Secara keseluruhan, luas sementara areal terdampak dari tiga kejadian karhutla tersebut sekitar 834 hektare. Angka tersebut masih bersifat sementara dan akan diverifikasi lebih lanjut melalui pengukuran serta pemetaan lapangan.

Azis mengatakan Balai TN Tambora akan terus memperkuat patroli, deteksi dini titik panas, mopping up, dan pemantauan terhadap areal bekas terbakar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Muntah...
Advertisement
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Sampai Banten! Mata Warga Mulai Perih

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Sampai Banten! Mata Warga Mulai Perih

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.