Wellness Tourism Jadi Senjata Baru, Kemenpar Petakan Potensi Indonesia
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 20:40 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Wisata kebugaran (wellness tourism) kian mendapat tempat dalam industri pariwisata seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman yang tidak sekadar rekreatif, tetapi juga mendukung kesehatan fisik dan mental.
Indonesia memiliki modal kuat melalui kekayaan alam, spa, jamu, yoga, meditasi, hingga tradisi kesehatan berbasis kearifan lokal.
Pengembangan segmen ini juga membuka peluang bagi destinasi untuk mengejar quality tourism dengan menawarkan pengalaman bernilai tambah sekaligus menggerakkan pelaku usaha lokal.
Tantangannya adalah memastikan produk wellness memiliki standar layanan, keamanan, dan keunikan yang mampu bersaing di pasar global.
Kementerian Pariwisata memetakan potensi dan ekosistem wisata kebugaran dalam upaya untuk memperkuat daya saing layanan pariwisata serta mendorong pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani dalam Rapat Koordinasi dan Identifikasi Peluang Pengembangan Wisata Wellness Indonesia" di Jakarta, Kamis (3/9), menyampaikan bahwa wisata kebugaran berpotensi menjadi kekuatan pariwisata Indonesia.
"Wellness ini salah satu produk wisata yang memberi enlightenment bagi wisatawan. Ketika mereka pulang dari Indonesia, mereka merasa tercerahkan setelah menjalani terapi atau merasakan alam Indonesia," katanya dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat (4/9).
Rizki mengemukakan bahwa pengembangan ekosistem usaha wisata kebugaran perlu dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata berupaya mengembangkan wisata kebugaran berkualitas berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan terkait.
Pengembangan wisata kebugaran akan dilakukan dengan melibatkan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Asosiasi SPA Indonesia (ASPI), Perkumpulan Pengelola Klinik Kecantikan dan Estetika Indonesia (PRASTIKA), Perhimpunan Pengusaha Pusat Kebugaran Indonesia (PPPKI), Bali Spa & Wellness Association (BSWA), serta para pelaku usaha wisata kebugaran.
Rizki menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata sedang menyusun katalog usaha kebugaran Indonesia, yang selanjutnya akan diintegrasikan ke dalam basis data Indonesia Travel.
Penyusunan katalog yang diharapkan bisa memudahkan wisatawan memperoleh informasi mengenai produk dan layanan kebugaran di berbagai daerah itu merupakan bagian dari pemetaan potensi dan ekosistem wisata kebugaran.
Pemerintah mendorong pengembangan usaha wisata kebugaran yang terintegrasi, berkualitas, berkelanjutan, serta menunjukkan kekhasan Indonesia.
Kementerian Pariwisata akan menggandeng pelaku usaha perhotelan, layanan perjalanan wisata, serta penyelenggara pameran untuk memperkuat ekosistem usaha wisata kebugaran dari hulu hingga hilir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!