Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menggemparkan, Muncul Fenomena Api Biru di Kawah Gunung Papandayan, Garut

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 13:33 WIB | Oleh:
Menggemparkan, Muncul Fenomena Api Biru di Kawah Gunung Papandayan, Garut Doc: antara foto
Ket. Fenomena api biru di kawah Gunung Papandayan, Kabupaten Garut.

BANDUNG - Masyarakat Garut, Jawa Barat (Jabar) gempar. Hal itu seiring dengan kemunculan fenomena pancaran api biru di kawasan Kawah Gunung Papandayan. Kini Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerjunkan tim tanggap darurat ke lapangan untuk memeriksa dan menganalisis potensi bahaya munculnya fenomena tersebut.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Rita Susilawati di Bandung, Jumat, mengonfirmasi hasil pengamatan visual pada 23 September 2026 mencatat adanya pendaran nyala biru keunguan di beberapa titik lokasi dengan sebaran yang cukup luas.

Kemudian pada 24 September 2026, pancaran sinar yang teramati mulai berkurang, lebih terkonsentrasi, serta berpendar warna biru keputihan.

Rita menjelaskan, kemunculan fenomena tersebut diinterpretasikan sebagai pembakaran belerang alami pada area solfatara, mirip dengan peristiwa yang pernah dilaporkan melanda kawasan kawah baru Gunung Papandayan sebelumnya.

"Tim Badan Geologi saat ini sedang melakukan pemeriksaan lapangan untuk menganalisis fenomena tersebut dan potensi bahayanya," ujar Rita.

Badan Geologi mencatat dinamika struktur permukaan sejak 2025 menunjukkan bukaan Kawah Manuk di sana cenderung mengalami penyempitan yang disertai penurunan intensitas asap di permukaan. Kondisi tersebut mengindikasi terjadinya pergeseran jalur pelepasan gas panas ke rekahan atau dinding kawah lain di sekitarnya.

Kendati demikian, PVMBG menegaskan korelasi antara penyempitan bukaan Kawah Manuk dengan pemicu munculnya api biru atau blue fire masih dalam proses pengkajian komprehensif dan belum bisa disimpulkan sekadar dari rekaman visual semata.

Rita memastikan tingkat aktivitas vulkanik Gunung Papandayan secara keseluruhan hingga saat ini masih bertahan stabil pada Level I (Normal).

Pihaknya mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pendaki agar tetap tenang, tidak panik, serta mematuhi batas aman dengan tidak beraktivitas atau menginap dalam radius 500 meter dari bukaan kawah aktif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Warga Harus Diutamakan Mend...

Universitas New York dan Jakarta Kembangkan Pendidikan  

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Universitas New York dan Ja...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.