Belajar dari Mengamati dan Meniru Hal yang Baik Jadi Resep Sederhana dalam Menjaga Bisnis Selama 58 Tahun
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 13:25 WIB | Oleh: Henri pelupessySEMARANG – Ada prinsip sederhana yang menemani perjalanan panjang Direktur Utama PT. Sido Muncul Tbk, Dr (HC) Irwan Hidayat, dalam membangun usaha selama puluhan tahun.
Bukan teori bisnis yang rumit. Irwan justru mengaku banyak belajar dengan cara mengamati, meniru hal-hal yang dinilainya baik, kemudian menjalankannya secara konsisten.
“Selama 15 tahun pertama saya tidak tahu bagaimana mesti melakukan. Lalu saya meniru. Saya pikir yang saya tiru itu baik, saya lakukan, ternyata berhasil. Jadi meniru memang bagus,” ujar Irwan saat menerima Prasasta Gala Award kategori Lifetime Achievement Prasasta Windu Bhakti yang diselenggarakan Universitas Semarang (USM), Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (24/9) malam.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas perjalanan Irwan di dunia usaha selama sekitar 58 tahun. Di hadapan sivitas akademika dan para tamu undangan, ia justru berbicara sederhana tentang proses belajar yang membentuk dirinya.
Irwan mengakui pendidikan formalnya mungkin tidak cukup untuk menjadi bekal membangun usaha. Ia bahkan mengatakan tidak banyak membaca buku.
“Saya juga tidak pernah membaca buku. Saya bacanya komik, seperti Mahabharata, Petruk, Gareng. Tapi di situ banyak pelajaran,” tuturnya.
Dari pengalaman panjang tersebut, Irwan melihat satu hal yang tidak pernah bisa ditawar dalam bisnis: produk harus terus menjadi lebih baik.
“Kalau sebuah usaha mau maju, produknya harus maju. Itu saja kuncinya. Produk harus lebih baik, manjur, harus aman. Setiap usaha yang saya lakukan, intinya prosesnya harus baik,” katanya.
Bagi Irwan, kualitas tidak cukup dilihat dari sudut pandang produsen. Ukuran yang paling sederhana adalah bagaimana konsumen merasakan produk atau layanan tersebut.
Ia memberi contoh dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika membutuhkan obat, ia menginginkan obat yang baik. Ketika menginap di hotel, ia menginginkan tempat yang bersih dengan harga yang wajar.
“Bagaimana supaya orang percaya? Saya ingin minum obat, ya saya kepengin obat yang baik. Saya ingin di hotel, bagaimana hotel yang baik, yang bersih dan harganya tidak mahal-mahal,” ujarnya.
Dari situlah prinsip lain yang ia pegang muncul: memperlakukan orang lain sebagaimana dirinya ingin diperlakukan.
“Pokoknya saya ingin memperlakukan orang seperti saya ingin diperlakukan. Saya rasa kalau itu dilakukan, semua orang pasti bisa,” imbuhnya.
Bagi Irwan, penghargaan yang diterimanya malam itu bukan sekadar pengakuan atas perjalanan masa lalu. Apresiasi juga dapat menjadi energi bagi seseorang untuk terus berkarya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!