Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Bantah Sensor Video Bencana Banjir Bandang di Perbatasan Nepal

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 09:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Bantah Sensor Video Bencana Banjir Bandang di Perbatasan Nepal Doc: CGTN
Ket. Media Tiongkok CGTN memperlihatkan gambar sebelum dan sesudah bencana banjir, menunjukkan skala kehancuran yang dahsyat di sekitar Pelabuhan Gyirong, dengan bangunan-bangunan yang hanya tersisa kerangka baja dan jalan-jalan yang dulunya terlihat jelas kini terkubur di bawah lapisan lumpur dan puing-puing yang tebal.

BEIJING - Pemerintah Tiongkok membantah menyensor video kondisi banjir bandang di Pelabuhan Gyirong, Daerah Otonom Xizang yang berbatasan dengan Nepal.

"Operasi pencarian, penyelamatan, dan bantuan intensif masih berlangsung secara tertib di daerah yang terkena bencana. Tiongkoka telah terbuka, transparan, dan tepat waktu dalam merilis informasi sehingga fitnah dan disinformasi sangat tidak diperlukan dan diinginkan pada saat penanggulangan bencana," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (31/8).

Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan longsoran lumpur yang melanda perbatasan Nepal-Tiongkok meningkat menjadi setidaknya 951 jiwa, sementara hampir 4.800 orang masih dinyatakan hilang, termasuk 853 warga asing per Senin (31/8), enam hari setelah bencana terjadi.

Guo Jiakun mengatakan pada Sabtu (29/8), Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi berbicara dengan Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal melalui telepon dengan menjelaskan bahwa dalam menghadapi bencana ini, kedua negara harus berdiri teguh bersama, bergandengan tangan untuk mengatasi kesulitan, dan menunjukkan persahabatan tradisional melalui tindakan nyata.

"Pemerintah Tiongkok telah memberikan bantuan tunai darurat dan bantuan kemanusiaan kepada Nepal. Gelombang pertama bantuan sebanyak 50 ton telah tiba di Kathmandu," tambah Guo Jiakun.

Dua tim penyelamat yang terdiri dari para ahli penyelamatan terowongan Tiongkok juga telah bergegas ke sejumlah daerah yang terkena bencana di Nepal.

"Kami juga telah berbagi informasi penting dengan pihak Nepal seperti citra satelit dan data hidrologi daerah yang terkena bencana, termasuk informasi peringatan dini tentang danau penghalang di hulu," tambah Guo Jiakun.

Tiongkok, menurut Guo Jiakun, secara aktif membantu warga negara Nepal yang terjebak untuk kembali ke Nepal secepat mungkin.

"Hingga kemarin siang, semua warga negara Tiongkok di daerah yang terkena bencana di Nepal yang telah berhasil dihubungi kembali telah dipindahkan ke lokasi yang aman dengan selamat. Saat ini, kami sedang melakukan segala upaya untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang hilang baik di dalam negeri maupun di luar negeri," ungkap Guo Jiakun.

Pada saat yang sama, Guo Jiakun menyebut Tiongkok menjaga komunikasi yang erat dengan kedutaan besar negara lain di Tiongkok untuk bersama-sama mengidentifikasi warga negara asing yang hilang dan melakukan tindak lanjut dengan tepat.

Dia pun menegaskan bahwa bencana banjir dan tanah longsor bukan karena proyek konstruksi besar pembangkit listrik tenaga air dan infrastruktur yang dilakukan Tiongkok.

"Para ahli dan lembaga resmi Tiongkok dan Nepal telah membuat beberapa analisis penyebab bencana, menurut mereka, tanah longsor dipicu oleh runtuhnya gletser dataran tinggi di Nepal dan dalam menghadapi bencana tragis seperti ini, kami menolak spekulasi jahat yang tidak memiliki dasar faktual," tegas Guo Jiakun.

Setelah bencana, kata Guo Jiakun, Tiongkok dan Nepal telah berkomunikasi dengan lancar mengenai pencarian dan penyelamatan, berbagi informasi, dan pencegahan bencana sekunder.

"Kami telah memberikan data meteorologi dan hidrologi kepada Nepal, melakukan konsultasi bersama para ahli, dan berbagi informasi peringatan dini. Tiongkok akan terus memberikan dukungan kuat kepada Nepal dalam upaya bantuan dan memperkuat kerja sama dengan Nepal dalam pencegahan dan pengendalian bencana untuk kepentingan bersama kedua bangsa," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Perubahan APBD Tahun Ini Ditetapkan

58 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...
Daerah
Jeda Internasional Dimanfaa...

Formula 1 Pangkas Jarak Balapan Mulai 2027

1.5 jam yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Formula 1 Pangkas Jarak Bal...

Antikorupsi Diedukasikan kepada para Aparatur Desa Bogor

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Antikorupsi Diedukasikan ke...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.