Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Skrining 48.000 Bayi pada 2026 untuk Mencegah Gangguan Tumbuh Kembang

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 23:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Skrining 48.000 Bayi pada 2026 untuk Mencegah Gangguan Tumbuh Kembang Doc: Antara
Ket. Petugas kesehatan menggunakan salah satu alat pendukung Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).

Banjarmasin - Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) terhadap 48.000 bayi baru lahir pada 2026 untuk mendeteksi gangguan hormon tiroid sejak dini dan mencegah dampaknya terhadap tumbuh kembang anak.

Kepala Labkesda Kalsel Arlan Prabowo di Banjarmasin, Selasa, mengatakan skrining tersebut menjadi langkah penting untuk mengetahui kemungkinan gangguan hormon tiroid pada bayi sejak lahir, sehingga kondisi yang berpotensi menghambat pertumbuhan dan perkembangan dapat segera ditindaklanjuti.

“SHK dilakukan melalui pemeriksaan sampel darah bayi baru lahir untuk mengetahui kemungkinan hipotiroid kongenital, yakni kondisi ketika bayi mengalami kekurangan hormon tiroid sejak lahir yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan apabila tidak terdeteksi serta ditangani sejak dini,” ucapnya.

Ia menjelaskan pemeriksaan sejak bayi baru lahir memungkinkan gangguan tersebut diketahui lebih awal sehingga bayi yang membutuhkan penanganan dapat segera ditindaklanjuti, sekaligus memperkuat upaya pemerintah mencegah gangguan tumbuh kembang sejak periode awal kehidupan.

Untuk memperluas pelaksanaan pemeriksaan, Labkesda Provinsi Kalsel sejak Januari 2026 ditunjuk Kementerian Kesehatan sebagai laboratorium pemeriksa SHK di wilayah Kalimantan Selatan, sekaligus memperkuat jejaring pemeriksaan dan akses deteksi dini bagi bayi baru lahir.

“Ini menjadi tanggung jawab sekaligus komitmen kami untuk mendukung program pemerintah dalam deteksi dini gangguan tumbuh kembang,” katanya.

Dia mengatakan target pemeriksaan terhadap 48.000 bayi baru lahir pada 2026 menjadi bagian dari upaya meningkatkan cakupan skrining di Kalimantan Selatan agar semakin banyak bayi mendapatkan pemeriksaan sejak dini dan tidak luput dari deteksi gangguan hormon tiroid.

Ia menegaskan keberhasilan pelaksanaan SHK membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, terutama dalam memastikan setiap bayi baru lahir memperoleh skrining sesuai ketentuan serta hasil pemeriksaan dapat ditindaklanjuti secara tepat.

“Bagi masyarakat khususnya orang tua yang memiliki bayi baru lahir, agar tidak mengabaikan skrining kesehatan tersebut karena deteksi sejak awal menjadi bagian penting dalam memastikan anak memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Arlan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...
Luar Negeri
Brasil Protes Tarif Dagang ...
Advertisement
Menteri Pertanian Puji SGC yang Sudah Banyak Berbuat untuk Negara.

Menteri Pertanian Puji SGC yang Sudah Banyak Berbuat untuk Negara.

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.