Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Evakuasi Enam Penumpang KM Nyong Fati yang Mati Mesin di Selat Bangka

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 22:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Evakuasi Enam Penumpang KM Nyong Fati yang Mati Mesin di Selat Bangka Doc: Antara
Ket. Personel SAR melakukan evakuasi terhadap enam penumpang KM Nyong Fatih yang mati mesin di perairan Selat Bangka, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Manado - Kantor SAR Manado mengevakuasi enam orang penumpang KM Nyong Fati yang mengalami mati mesin di perairan Selat Bangka, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

"Kejadian dilaporkan pada pukul 13.16 WITA, setelah kapal yang bertolak dari Pelabuhan Likupang menuju Desa Kinabuhutan mengalami mati mesin dan hanyut terbawa gelombang dengan ketinggian sekitar 0,25–0,5 meter," kata Humas Basarnas Sulut Nuriadin Gumeleng di Manado, Selasa.

Menerima laporan tersebut, kata dia, Kepala Kantor SAR Manado George Mercy Randang, melalui tim operasi memberangkatkan Tim Rescue KN SAR Bima Sena menggunakan RBB (Rigid Buoyancy Boat) melakukan tindak awal operasi SAR.

"Tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 13.55 WITA dan langsung melakukan penyisiran, dan tidak lama kemudian tim berhasil menemukan KM Nyong Fati beserta enam orang penumpangnya," kata Nuriadin.

Keenam penumpang kemudian dievakuasi menuju Desa Kinabuhutan dan pada pukul 14.42 WITA seluruh korban tiba di Desa Kinabuhutan dan dibantu masyarakat nelayan untuk menuju daratan karena kondisi perairan yang dangkal.

Enam korban yang berhasil dievakuasi yakni Ayumi Saribulan (31), Isti Manolang (32), Rajiba Hiola (64), Rico Nabu (37), Aswandi Asman (47), dan Firman Buntuang (21), semuanya merupakan warga Desa Kinabuhutan.

Setelah memastikan seluruh korban dalam kondisi aman, Tim Rescue kembali menuju Dermaga Munte, Likupang, dan tiba pada pukul 15.50 WITA.

Setelah seluruh korban dievakuasi, operasi SAR Kapal KM. Nyong Fati dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.

"Kami menyampaikan terima kasih atas sinergi serta respons cepat seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

36 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.