Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Papua Pegunungan Sisihkan Anggaran Tiap Bulan untuk Kebutuhan Tak Terduga.

📅 Senin, 31 Agu 2026, 03:45 WIB | Oleh:
Pemprov Papua Pegunungan Sisihkan Anggaran Tiap Bulan untuk Kebutuhan Tak Terduga. Doc: Antara Foto
Ket. Pj Sekda Papua Pegunungan Wasuok D Siep.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan menerapkan tata pengelolaan keuangan dana saving atau menyisihkan anggaran untuk kepentingan-kepentingan tak terduga setiap bulannya.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Pegunungan Wasuok D Siep dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu mengatakan selama ini pengaturan keuangan daerah belum diatur secara optimal sehingga beberapa kegiatan penting tak dapat ditalangi.

“Pembayaran tambahan penghasilan pegawai atau TPP saat dilakukan setiap tiga bulan sekali langsung anggaran di kas itu habis, maka sesuai hasil rapat bersama kami mulai menerapkan program dan saving mulai bulan Agustus 2026,” ujarnya.

Menurut Plt Sekda, dengan penerapan program dana saving maka berpengaruh terhadap pembayaran TPP bagi aparatur sipil negara (ASN) yang dilakukan setiap tiga bulan sekali.

“Dengan adanya kebijakan dana saving maka pembayaran TPP itu dilakukan setiap bulan sekali setelah pembayaran gaji. Pembayaran akan dilakukan setiap tanggal 10 setiap bulan yang mulai diberlakukan pada Agustus 2026,” ujarnya.

Dia menjelaskan pembayaran TPP yang dilakukan setiap bulan sekali dengan tujuan supaya ada anggaran yang disisihkan atau tersedia di kas daerah sehingga dapat menanggulangi kegiatan-kegiatan penting yang mendesak.

“Kegiatan-kegiatan penting yang selama ini tidak bisa dibiayai seperti pembinaan partai politik, honor Forkopimda. Setelah adanya kebijakan baru ini kami berharap kegiatan penting yang selama ini tidak bisa dibiayai dapat kembali dibiayai dalam mendukung pelayanan dan pembinaan pemerintahan,” katanya.

Dia menambahkan untuk besaran anggaran TPP yang dibayarkan setiap tiga bulan maupun setiap bulan tidak diketahui secara persis karena itu merupakan urusan Badan Pengelola Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).

“Kami hanya menjelaskan aturan yang berlaku saat ini, sementara besaran anggaran TPP itu menjadi urusan dan wewenangnya keuangan. Tetapi yang pasti pembayaran TPP mulai bulan ini telah dibayar setiap bulan,” ujarnya.

Pemprov Papua Pegunungan memperoleh APBD tahun 2026 kurang lebih senilai Rp1,2 triliun, lebih kecil dibandingkan tahun 2025 Rp1,8 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.