Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Filep Minta Efisiensi Tak Kurangi Substansi Dana Otsus Papua

📅 Senin, 31 Agu 2026, 22:17 WIB | Oleh:
Filep Minta Efisiensi Tak Kurangi Substansi Dana Otsus Papua Doc: ANTARA/Fransiskus Salu Weking
Ket. Anggota DPD Republik Indonesia Filep Wamafma saat ditemui awak media di Manokwari, Papua Barat.

MANOKWARI -- Anggota DPD RI Filep Wamafma mengingatkan pemerintah agar kebijakan efisiensi anggaran tidak mengurangi substansi Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang memiliki mandat afirmatif untuk meningkatkan kesejahteraan orang asli Papua (OAP).

"Efisiensi tidak boleh berubah menjadi pemotongan hak. Apalagi Dana Otsus memiliki mandat khusus yang melekat pada pembangunan Papua," kata Filep dalam keterangan yang diterima di Manokwari, Papua Barat, Senin.

Menurut dia, kebijakan efisiensi semestinya diterapkan secara selektif dengan mempertimbangkan karakter dan mandat setiap jenis belanja transfer ke daerah (TKD), sehingga tidak diberlakukan seragam terhadap anggaran yang memiliki tujuan afirmatif.

Filep mengatakan Dana Otsus memiliki karakter hukum, politik, dan sosial berbeda dengan transfer fiskal reguler karena merupakan instrumen afirmasi sekaligus bagian dari desain desentralisasi asimetris untuk Papua.

"Jika efisiensi dipukul rata terhadap Dana Otsus, maka berpotensi menghilangkan roh dan tujuan lahirnya kebijakan khusus Papua ini," ujar senator asal Papua Barat tersebut.

Ia menjelaskan kekhususan itu berkaitan dengan kondisi geografis, sosial, historis, serta kesenjangan pembangunan Papua yang membutuhkan pendekatan kebijakan berbeda sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua.

Regulasi tersebut menetapkan penerimaan khusus Otsus Papua sebesar 2,25 persen dari plafon Dana Alokasi Umum (DAU) nasional.

Penerimaan tersebut terdiri atas satu persen yang bersifat umum dan 1,25 persen yang penggunaannya telah ditentukan untuk pembiayaan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dana Otsus yang telah ditentukan penggunaannya tersebut dialokasikan paling sedikit 30 persen untuk pendidikan dan 20 persen untuk kesehatan.

"Yang bersifat umum digunakan untuk pelayanan publik, peningkatan kesejahteraan OAP, dan lainnya. Kalau khusus itu menyasar pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi," katanya.

Filep mengatakan program beasiswa pelajar dan mahasiswa, pelayanan kesehatan, pembiayaan rujukan pasien, peningkatan fasilitas kesehatan, serta program afirmasi lainnya tidak semestinya diperlakukan sama dengan belanja administratif yang dapat ditunda.

"Kalau yang diefisienkan adalah biaya perjalanan dinas atau agenda seremonial, itu hal logis," kata Filep yang juga Ketua Komite III DPD RI.

Menurut dia, kebijakan efisiensi seharusnya diarahkan untuk menghilangkan pemborosan, memperbaiki tata kelola, memperkuat pengawasan, meningkatkan transparansi, serta memastikan pemanfaatan anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Efisiensi harus menghasilkan efektivitas, yakni penggunaan anggaran yang tepat sasaran," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Masuk Rumah Sa...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.