Suasana Banyumasan Hadir di Tanabambu, Obati Rindu Perantau di Jabodetabek
📅 Minggu, 30 Agu 2026, 14:05 WIB | Oleh: Haryo Brono“Tanabambu berawal dari saya dan suami yang ingin memperkenalkan budaya Nusantara kepada anak-anak sekarang. Terus terang sekarang jarang tempat wisata yang memperkenalkan budaya tradisional. Karena saya dan suami sudah pensiun, jadi kami buatkan Tanabambu,” ujarnya.
Menurut Hani, konsep awal Tanabambu memang mengusung budaya Jawa. Namun, seiring kedatangan pengunjung dari berbagai latar belakang, tema budaya yang dihadirkan kemudian diperluas.
“Karena konsep Tanabambu mengusung budaya Jawa. Tapi karena banyak pengunjung yang bukan orang Jawa, jadi kami sedikit melebar. Kami ada Sundanya juga,” katanya.
Untuk kuliner, Tanabambu tetap mempertahankan jajanan dan hidangan tradisional Jawa. Pilihan makanan yang tersedia cukup beragam, antara lain gulai entok, sayur lodeh, olahan ayam dan bebek, olahan ikan dan seafood, aneka tumisan dan sayur, olahan telur, aneka pepes, gorengan, es dawet, serta berbagai minuman segar.
Beragam menu tersebut menjadi bagian dari pengalaman kuliner pengunjung ketika berada di kawasan Tanabambu.
Tema Budaya Akan Berganti
Pesta Rakyat Banyumas merupakan salah satu tema budaya yang dihadirkan Tanabambu. Ke depan, Hani mengatakan pihaknya ingin mengembangkan konsep tematik dengan menghadirkan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
“Jangka panjangnya kita ingin setiap bulan ada budaya Nusantara. Setiap bulan kami akan mengganti tema. Tapi saat ini yang dekat dengan kami Banyumasan, jadi kami memperkenalkan budaya Banyumas dulu,” ujarnya.
Sebelum mengangkat tema Banyumasan, Tanabambu juga pernah menghadirkan berbagai tari Nusantara, termasuk Reog Ponorogo dan tari dari Kalimantan.
Kini, konsep tersebut diarahkan lebih spesifik dengan mengangkat budaya dari daerah tertentu.
Selain pertunjukan tematik, Tanabambu juga memiliki pementasan reguler seperti Ramayana dan tari Kecak. Ketika tema tertentu sedang berlangsung, pertunjukan dan sajian kuliner disesuaikan dengan tema tersebut.
“Pementasan Ramayana dan Kecak kami adakan reguler. Jika ada tematik seperti ini, kami menyesuaikan. Sehingga hidangannya menyesuaikan dengan tema. Seperti sroto, mendoan, gethuk goreng. Jadi menu dan kesenian menjadi satu paket,” kata Hani.
Menyasar Masyarakat Perantauan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!