JIF Summit 2026 Dorong Proyek Tanggul Laut NCICD Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Jakarta
📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 10:15 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA – Masa depan kawasan pesisir Jakarta menjadi salah satu pembahasan dalam rangkaian Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 melalui side panel discussion bertajuk “The Road Ahead for Jakarta's Coastal Transformation”. Diskusi yang berlangsung di Grand Ballroom Shangri-La Jakarta, Kamis (27/8/2026), membahas strategi pengembangan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) sebagai bagian dari upaya jangka panjang menghadapi berbagai risiko di kawasan pesisir.
Pengembangan NCICD tidak hanya diarahkan untuk memperkuat perlindungan Jakarta dari ancaman banjir dan kenaikan muka air laut. Program tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk mendorong pembangunan kawasan, konektivitas, aktivitas ekonomi, hingga peluang investasi di wilayah pantai utara Jakarta.
Transformasi kawasan pesisir membutuhkan pendekatan yang terintegrasi dengan memperhatikan aspek perlindungan, tata ruang, infrastruktur, pembiayaan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Perspektif tersebut dibahas oleh sejumlah perwakilan pemerintah, lembaga pembiayaan, konsultan, dan sektor swasta dalam forum JIF Summit 2026.
Wakil Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Indra Patrianto, mengatakan Jakarta menghadapi tantangan pesisir yang semakin kompleks akibat perubahan iklim dan pertumbuhan perkotaan yang pesat. Sekitar 40 persen wilayah daratan Jakarta berada di bawah permukaan laut dan menghadapi risiko banjir, penurunan muka tanah, serta kenaikan permukaan laut yang diperkirakan dapat menyebabkan kerugian ekonomi hingga Rp2,1 triliun per tahun.
Menurut Indra, kondisi tersebut membuat penguatan ketahanan kota menjadi kebutuhan penting, terutama dalam mendukung target Jakarta sebagai salah satu dari 20 kota global terbaik dunia pada 2045.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pengembangan ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat ketahanan kota dan memitigasi risiko banjir, tetapi juga diharapkan dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi, perbaikan lingkungan, serta pembangunan perkotaan yang berkelanjutan," ujar Indra.
Indra menambahkan, pemerintah tidak dapat menangani persoalan perubahan iklim dan ketahanan pesisir seorang diri. Karena itu, JIF Summit 2026 dimanfaatkan sebagai ruang untuk mempertemukan pemerintah, investor, ahli, dan pelaku usaha guna mencari bentuk kolaborasi yang dapat memperkuat pembangunan kawasan pesisir Jakarta.
"Berbagai upaya menghadapi perubahan iklim tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Krisis yang kita hadapi saat ini harus kita tangani dengan tindakan kolektif," tegas Indra.
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, menilai kawasan pesisir seharusnya tidak hanya diposisikan sebagai wilayah yang membutuhkan perlindungan. Infrastruktur perlindungan juga dapat menjadi dasar untuk mengembangkan konektivitas, kawasan ekonomi, lingkungan, serta berbagai aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir.
Menurut Afan, pengembangan pesisir harus mampu menghubungkan agenda pengendalian banjir dengan pembangunan kawasan, konektivitas, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
"Pesisir utara adalah mesin ekonomi Jakarta sekaligus wilayah yang paling terpapar," ujar Afan.
Ia mengatakan strategi pemerintah secara bertahap diarahkan dari pola pertahanan banjir yang bersifat reaktif menuju sistem perlindungan pesisir melalui NCICD. Tahapan tersebut kemudian diarahkan untuk membentuk kota pesisir terpadu yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan.
Deputi Pengelolaan Wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, Sawarendro, mengatakan pengembangan NCICD perlu ditempatkan dalam kerangka perlindungan Pantai Utara Jawa secara lebih luas. Berdasarkan kajian yang ada, kebutuhan perlindungan kawasan pesisir membentang lebih dari 500 kilometer dari Serang hingga Gresik dengan karakteristik lingkungan yang berbeda di setiap wilayah.
Karena kondisi setiap kawasan tidak sama, bentuk perlindungan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Pendekatannya dapat berupa tanggul pantai, solusi berbasis alam yang mengombinasikan mangrove dengan infrastruktur, maupun pembangunan tanggul lepas pantai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!