Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Grantes, Akibat Beban Hidup, Ibu Menggantung Diri, Dua Anak Diracun. Anggota DPR Masih Mau Menari-nari Sambil Tertawa-tawa?

📅 Jumat, 05 Sep 2025, 12:52 WIB | Oleh:
Grantes, Akibat Beban Hidup, Ibu Menggantung Diri, Dua Anak Diracun. Anggota DPR Masih Mau Menari-nari Sambil Tertawa-tawa? Doc: ist
Ket. bunuh diri

BANDUNG – Beban hidup rakyat semakin tak tertahankan. Betapa bisa rakyat dalam kondisi tertekan utang, anggota DPR menari-nari di tengah kepedihan hidup rakyat. Kepolisian Daerah Jawa Barat membenarkan adanya peristiwa seorang ibu berinisial EN yang tewas gantung diri dan dua anaknya diduga diracun di Banjaran, Kabupaten Bandung, Jumat.

"Iya benar, ada kejadian tersebut," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Hendra Rochmawan saat dikonfirmasi di Bandung. Hendra menjelaskan dua anak yang ditemukan meninggal dunia masing-masing berusia 11 bulan dan 9 tahun. Keduanya diduga diracun oleh sang ibu.

Sementara ibunya mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di tiang pintu kamar. "Diduga bunuh diri, ditemukan juga surat wasiat," tambahnya. Saat ini, tim penyidik kepolisian masih dalam perjalanan menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian ibu dan dua anaknya itu.

Dari foto yang diterima, terlihat sang ibu dalam kondisi tergantung di tiang pintu, sedangkan dua anaknya ditemukan tergeletak tidak bernyawa di dalam rumah. "Untuk saat ini anggota masih dalam perjalanan ke lokasi," kata Hendra.

Polisi juga menemukan sebuah surat wasiat yang ditinggalkan korban. Berikut isi surat tersebut dalam bahasa Sunda beserta terjemahannya:

Versi Sunda:

Mamah, bapa, ema, bapa, teteh, aa sadayana hampura abi, hampura abi ngalakukeun kieu.

Abi tos cape lahir batin, abi tos teu kuat ngajalani hirup kieu, abi cape hirup ngagugulung hutang nu euweuh beresna, kalah beuki nambahan beuki dieu teh. Bari abi te apal hutang ka saha wae, sabaraha atawa urut naon…

Abi cape boga salaki gede bohong wae teh, euweuh sadarna. Abi cape dinyerihatekeun wae teh, puguh ning ku batur geus dikucilkeun, pada ngomongkeun, pada mikangewa bari jeung teu ramasa salah.

Boga salaki kalah hayoh we gede bohong jeung gede hutang, CAPEEEEEEEEEEEEE sugan abi jeung budak geus maot mah aya sadarna, mun henteu sadar ge keun bae nu penting teu nyangsarakeun ka budak abi.

Era karunya ngahesekeun wae lanceuk + kolot teh, abi geus eweuh mah moal ngahesekeun wae.

Hampura abi teu bisa mulang tarima ka kolot jeung lanceuk-lanceuk.


Terjemahan bahasa Indonesia:

Mama, bapak, ibu, teteh, aa, semuanya maafkan saya, maafkan saya melakukan hal ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

51 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.