Pendana Sajam dan Molotov Disisir
📅 Jumat, 28 Agu 2026, 03:27 WIB | Oleh: Aloysius WidiyatmakaJAKARTA – Di luar dugaan polisi menemukan puluhan senjata tajam (sajam) dan ratusan bahan bom Molotov dalam aksi unjuk rasa kemarin, di depan gedung DPR/MPR. “Polisi masih menyisir nama-nama yang menjadi pendana pembelian barang-barang tersebut,” tutur Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (27/8).
Polda Metro Jaya masih mendalami aliran dana yang diduga digunakan untuk membeli bahan-bahan yang berpotensi jadi bom molotov dan pengadaan senjata tajam dalam rangkaian demonstransi di kawasan DPR/MPR, Jakarta.
“Penyidik masih menelusuri keterangan sumber-sumber melalui komunikasi transaksi keuangan dan bukti lainnya,” tambahIman.
Dia menyebutkan sumber uang diduga berasal dari sejumlah orang. Ada uang pribadi hingga hasil penggalangan dana.
“Sumber uang yang digunakan untuk membeli bahan-bahan yang diduga akan digunakan untuk membuat bom molotov dan pengadaan senjata tajam, berasal dari uang pribadi dan open donasi,” jelas Iman.
Namun, dia belum membeberkan jumlah dana yang telah terkumpul ataupun nilai transaksi yang digunakan untuk membeli barang tersebut.
Menurutnya, penyidik masih minta dan menelusuri transaksi perbankan untuk mengetahui jumlah aliran dana sekaligus pihak-pihak yang terlibat dalam pembiayaan itu. “Ini sedang kita mintakan transaksi perbankannya, masih berproses,” ucap Iman.
Sebelumnya, penyidik telah memeriksa 63 orang yang diduga berkaitan dengan rangkaian kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 10 di antaranya masuk dalam klaster pembiayaan. Sisanya, 53 orang lainnya masuk dalam klaster pelaksana.
Iman menuturkan, pemeriksaan terhadap klaster pembiayaan dilakukan untuk mendalami sumber uang, mekanisme pemberian dana, pola perekrutan, dan komunikasi antar orang.
Dia melanjutkan, ada 10 orang terduga sebagai perekrut dan penyedia dana di dalam mempersiapkan aksi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami sumber pembiayaan, pola perekrutan, komunikasi antarpihak serta tujuan dan peran masing-masing. Polisi juga masih mencocokkan keterangan berbagai pihak dengan sejumlah alat bukti, termasuk komunikasi digital, transaksi keuangan dan bukti lainnya.
Dasar Penyidikan
Pendalaman tersebut dilakukan untuk memastikan, apakah terdapat hubungan antara sumber dana, proses perekrutan massa, dan penyediaan sarana yang diduga akan digunakan dalam aksi tersebut. Iman menjelaskan temuan terkait dugaan penyediaan bahan berbahaya itu menjadi salah satu dasar bagi polisi untuk melakukan tindakan penyidikan sekaligus pencegahan.
Polisi menduga terdapat proses mobilisasi yang dilakukan secara berjenjang melalui sejumlah platform media sosial dan aplikasi komunikasi digital. Mekanisme itu juga diduga meliputi penyebaran narasi dan ajakan, perekrutan peserta, pengumpulan massa, serta persiapan sarana dan prasarana.
“Kita masih mendalami untuk memastikan siapa saja yang memiliki peran dalam proses perekrutan, pembiayaan, penyediaan sarana, pengorganisasian massa serta pihak yang memberikan perintah atau arahan,” tutur Iman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!