Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lahan Bekas Tambang Timah di Babel Disulap Jadi Lahan Pertanian dan Peternakan.

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 11:50 WIB | Oleh:
Lahan Bekas Tambang Timah di Babel Disulap Jadi Lahan Pertanian dan Peternakan. Doc: Antara Foto
Ket. Warga Desa Air Mesu bersama penyuluh pertanian mengelola lahan bekas tambang menjadi sentra hortikultura

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memanfaatkan lahan bekas penambangan bijih timah untuk mengembangkan sektor pertanian, perkebunan dan peternakan, guna mempercepat swasembada pangan di daerah itu.

"Saat ini, kita sudah mulai melakukan kegiatan pertanian di lahan-lahan bekas tambang ini," kata Kepala DPKP Provinsi Kepulauan Babel, Kurniawan di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan saat ini pemanfaatan lahan bekas tambang untuk kegiatan pertanian, perkebunan, maupun peternakan sudah dilakukan di beberapa lokasi diantaranya Kabupaten Belitung Timur, di mana lahan bekas tambang telah dimanfaatkan untuk budidaya kopi.

Kabupaten Bangka Tengah yang menjadi salah satu daerah yang aktif memanfaatkan lahan bekas tambang. Minsalnya Desa Benteng dan Desa Air Mesu, di mana masyarakat bersama penyuluh mengelola lahan bekas tambang menjadi sentra hortikultura dan bawang merah.

Kabupaten Bangka sebagai uji coba dan penerapan konsep pertanian terpadu serta penelitian restorasi di Desa Sinarjaya, Matras dan Desa Rebo sebagai pengembangan kawasan wisata edukasi dan pertanian.

Kemudian Kelurahan Sungailiat Kabupaten Bangka ini di beberapa kawasan persawahan yang berdekatan dengan Pantai Matras juga memanfaatkan lahan eks tambang untuk pertanian padi.

Sementara itu, Kabupaten Bangka Barat dan Bangka Selatan menjadikan sejumlah lahan bekas tambang untuk pemulihan vegetatif, baik ditanami tanaman produktif maupun pengawasan alih fungsi lahan.

"Pemanfaatan lahan bekas tambang untuk sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan telah dilakukan kajian dan penelitian khusus, mengingat adanya potensi residu bekas aktivitas tambang yang dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan manusia, baik melalui kualitas tanah, air, maupun hasil pertanian yang dikonsumsi masyarakat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
Pentagon: Biaya Perang Iran...
Luar Negeri
Situasi Memanas! Upaya Hout...
Advertisement
Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.