Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menbud Dorong Kerja Sama Indonesia-WIPO untuk Pelindungan Budaya Tradisional

3 Minggu, 20 Sep 2026, 19:00 WIB | Oleh:
Menbud Dorong Kerja Sama Indonesia-WIPO untuk Pelindungan Budaya Tradisional Menbud Dorong Kerja Sama Indonesia-WIPO untuk Pelindungan Budaya Tradisional Doc: Dokumentasi Kementerian Kebudayaan
Ket. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dan Direktur Jenderal WIPO, Daren Tang

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mendorong penguatan perlindungan pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal WIPO, Daren Tang, di Jenewa, Swiss.

Pertemuan tersebut membahas kerja sama Indonesia dan WIPO dalam pelindungan pengetahuan serta ekspresi budaya tradisional. Pembahasan juga mencakup Kekayaan Intelektual Komunal atau KIK dan pemanfaatan kekayaan intelektual berbasis budaya bagi masyarakat.

"Bagi Indonesia, pelindungan pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya tradisional merupakan prioritas strategis. Ini berkaitan dengan identitas budaya, penghormatan terhadap masyarakat adat, pelestarian warisan budaya, pembagian manfaat yang adil," kata dia dalam keterangan pers yang diterima Minggu (20/9).

Indonesia saat ini memiliki sejumlah perangkat hukum di bidang hak cipta, paten, pemajuan kebudayaan, dan KIK. Pemerintah mendorong forum WIPO menghasilkan instrumen internasional efektif dan mengikat untuk melindungi pengetahuan serta ekspresi budaya tradisional Indonesia.

Melalui Direktorat Fasilitasi Kekayaan Intelektual Berbasis Budaya, Kementerian Kebudayaan juga memperluas fasilitasi pencatatan hak cipta. Adapun pendaftaran merek, pencatatan KIK, serta pendampingan bagi kreator dan komunitas.

Pada 2026, pihaknya menargetkan 200 pencatatan hak cipta dan 150 pendaftaran merek. Integrasi Warisan Budaya Takbenda ke Pusat Data Nasional KIK meningkat dari 226 pada 2025 menjadi 250 pada 2026.

Direktur Jenderal WIPO, Daren Tang, menyambut langkah tersebut dan menyatakan WIPO bersama Kementerian Kebudayaan akan menjajaki kerja sama teknis. Kerja sama mencakup peningkatan kapasitas, penguatan basis data KIK, tata kelola, valuasi, serta komersialisasi berbasis budaya yang menghormati hak komunitas.

Kerja sama juga dapat mencakup collective branding, pengelolaan hak, peningkatan kapasitas pemerintah daerah dan komunitas. Serta perluasan akses pasar bagi produk berbasis budaya.

Menbud Fadli menekankan dokumentasi KIK tidak boleh dilakukan seragam. Pengetahuan tradisional yang bersifat sakral, terbatas, atau rahasia harus tetap diperlakukan sesuai karakter masing-masing komunitas.

"Pemanfaatan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Kekayaan intelektual berbasis budaya harus memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat tanpa menghilangkan nilai, identitas, dan hak komunitas," ujar dia dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal WIPO, Daren Tang, di Jenewa, Swiss, Kamis (17/9) lalu. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya   

Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.