Jangan Biarkan Ketidakpastian Berlarut, Stabilitas Pascademonstrasi Jadi Kunci Ekonomi Tetap Bergerak
📅 Jumat, 28 Agu 2026, 23:10 WIB | Oleh: Tim PenulisMANADO – Stabilitas dan kepastian respons kebijakan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pelaku usaha setelah aksi massa 27 Agustus 2026.
Pemerintah perlu memastikan situasi kembali kondusif sekaligus memberikan sinyal kebijakan yang konsisten agar dunia usaha tidak menunda aktivitas produksi, investasi, maupun ekspansi.
Kepastian tersebut penting untuk mencegah gejolak sosial berkembang menjadi tekanan terhadap konsumsi dan iklim investasi.
“Aksi 27 Agustus di Jakarta perlu dilihat secara jernih dan tidak dengan kepanikan,” kata Guru Besar Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Prof Joy Tulung di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (28/8).
Menurut dia, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari demokrasi, terlebih kelompok yang mengikuti aksi membawa beragam tuntutan, mulai dari pengesahan RUU Perampasan Aset, harga kebutuhan pokok, ketenagakerjaan, hingga evaluasi program pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, ia menilai aksi tersebut tidak dapat serta-merta dipandang sebagai satu suara politik yang sepenuhnya seragam.
Dari sisi ekonomi, menurut Joy, dampak suatu aksi massa tidak semata-mata ditentukan oleh keberadaan demonstrasi, tetapi juga oleh situasi keamanan, durasi dan luas aksi, serta respons pemerintah dan DPR terhadap aspirasi masyarakat.
Pada tingkat nasional, aksi massa dapat meningkatkan sikap hati-hati pelaku pasar dalam jangka pendek. Investor dapat memilih menunggu perkembangan, sementara mobilitas dan aktivitas perdagangan di sekitar lokasi aksi berpotensi mengalami gangguan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, Joy mengingatkan pergerakan pasar saham maupun nilai tukar rupiah tidak dapat dikaitkan hanya dengan satu faktor domestik.
Pasar keuangan juga dipengaruhi berbagai faktor eksternal dan internal, antara lain pergerakan mata uang dolar Amerika Serikat, kebijakan suku bunga global, harga minyak, perkembangan geopolitik, serta fundamental perekonomian nasional.
“Jadi, aksi satu hari yang berlangsung tertib tidak serta-merta akan mengguncang pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Menurut Joy, risiko ekonomi dapat meningkat apabila ketidakpuasan masyarakat berkembang menjadi aksi berkepanjangan dan menimbulkan gangguan terhadap keamanan maupun aktivitas ekonomi.
Kondisi tersebut, kata dia, dapat memengaruhi kepercayaan investor, menunda keputusan investasi, meningkatkan biaya risiko, serta membuat dunia usaha lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi.
Sebaliknya, penyampaian aspirasi masyarakat dapat memberikan dampak konstruktif apabila menjadi masukan bagi pemerintah dan DPR untuk mengevaluasi dan memperbaiki kebijakan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!