Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bedah Robotik Bukan Operasi oleh Mesin, Dokter Tetap Memegang Kendali

3 Minggu, 20 Sep 2026, 21:57 WIB | Oleh:
Bedah Robotik Bukan Operasi oleh Mesin, Dokter Tetap Memegang Kendali Bedah Robotik Bukan Operasi oleh Mesin, Dokter Tetap Memegang Kendali Doc: RSU Bunda Jakarta
Ket. dr. Sita Ayu Arumi sedang melakukan bedah robotik dengan menggunakan teknologi dari Davinci. Bedah robotik kerap membuat pasien khawatir karena mengira robot bekerja sendiri. Selama 14 tahun, dr. Sita menjelaskan peran dokter di balik teknologi ini.

“Dok, serem banget dioperasi sama robot.”

Bagi sebagian pasien, kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi dr. Sita Ayu Arumi, Sp.OG, M.Sc. (Humrepro), FESICOG, MIGS, pertanyaan semacam itu sudah menjadi bagian dari perjalanan panjangnya selama lebih dari satu dekade di dunia bedah robotik.

Kekhawatiran pasien biasanya berangkat dari satu bayangan: sebuah mesin akan bekerja sendiri di dalam tubuh mereka. Robot bergerak, memotong jaringan, lalu menentukan apa yang harus dilakukan tanpa campur tangan manusia.

Padahal, kenyataannya justru berbeda.

Di balik istilah “bedah robotik”, ada seorang dokter yang duduk di depan konsol, melihat bidang operasi melalui sistem visual dan mengendalikan setiap gerakan instrumen dengan tangan dan jarinya. Robot tidak mengambil keputusan. Robot tidak menentukan jaringan mana yang harus diangkat. Bahkan ketika tangan dokter berhenti bergerak, instrumen robotik pun berhenti.

Selama 14 tahun, dr. Sita berada di posisi tersebut.

Ia menjadi dokter perempuan pertama yang bergabung dalam tim bedah robotik ginekologi di Indonesia pada 2013, sekitar setahun setelah teknologi tersebut diperkenalkan di RSU Bunda Jakarta. Ketika itu, bedah robotik masih menjadi sesuatu yang asing, bukan hanya bagi pasien, tetapi juga bagi dirinya.

Untuk pertama kalinya, ia tidak berdiri di sisi meja operasi sebagaimana lazimnya prosedur bedah konvensional. Ia justru duduk beberapa meter dari pasien, di depan konsol yang menjadi pusat kendali sistem robotik.

“Awalnya terasa sangat berbeda. Saya juga harus membangun kepercayaan terhadap teknologinya,” kata dr. Sita.

Dari posisi itulah perjalanan panjangnya dimulai.

Dari Keraguan Menjadi Keahlian

Empat belas tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah teknologi medis. Ketika pertama kali diperkenalkan, bedah robotik harus berhadapan dengan pertanyaan mendasar: seberapa aman teknologi tersebut, bagaimana dokter mengendalikannya, dan apakah pasien bisa mempercayai operasi yang dilakukan dengan bantuan mesin?

Dr. Sita memahami pertanyaan itu karena ia sendiri pernah berada di posisi yang sama.

“Sekitar empat belas tahun lalu, saya sendiri juga butuh waktu untuk percaya diri duduk di depan konsol. Bedah robotik kala itu teknologi baru, jadi wajar kalau pasien pun butuh waktu untuk percaya,” kenangnya.

Seiring waktu, konsol yang pada awalnya terasa asing menjadi bagian dari rutinitasnya. Pengalaman menghadapi beragam kasus juga membentuk kemampuan dokter dan tim dalam menggunakan teknologi tersebut.

Perjalanan itu berlangsung bersamaan dengan perkembangan bedah robotik di RSU Bunda Jakarta. Sebagai salah satu pelopor penggunaan teknologi tersebut di Indonesia, rumah sakit itu telah menjalankan hampir 1.000 tindakan untuk berbagai kasus kompleks.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Alcaraz Prediksi Persaingan...
Olahraga
Alcaraz Sapu Bersih Gelar T...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.