Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anda Wajib Tahu! Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Motor Brebet saat Digas

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 05:48 WIB | Oleh:
Anda Wajib Tahu! Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Motor Brebet saat Digas Doc: ANTARA/Didik Suhartono
Ket. Montir melakukan perawatan sepeda motor milik warga saat layanan servis dan ganti oli gratis dari Baznas di Surabaya, Jawa Timur.

JAKARTA - Motor yang terasa brebet saat digas biasanya ditandai dengan mesin tersendat, kehilangan tenaga atau respons gas yang tidak mulus. Kondisi ini dapat berkaitan dengan sistem pengapian, bahan bakar hingga aliran udara ke mesin.

Secara umum, proses pembakaran mesin membutuhkan pasokan udara dan bahan bakar yang sesuai serta percikan api yang kuat. Ketika salah satu komponen tersebut bermasalah, pembakaran dapat terganggu dan motor terasa brebet saat berakselerasi.

Berikut sejumlah penyebab yang perlu diperiksa ketika motor mulai brebet.

1. Busi kotor atau sudah aus

Busi berfungsi menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Jika busi kotor atau sudah aus, percikan api dapat melemah sehingga pembakaran tidak berlangsung optimal.

Gejalanya dapat berupa mesin tersendat, sulit dinyalakan, tenaga berkurang hingga konsumsi bahan bakar meningkat.

Solusinya, periksa kondisi busi dan ganti jika sudah tidak sesuai dengan kondisi yang direkomendasikan pabrikan. Jangan hanya mengganti busi jika ditemukan indikasi masalah lain pada sistem pembakaran.

2. Filter udara kotor

Filter udara yang terlalu kotor dapat membatasi jumlah udara yang masuk ke mesin. Kondisi tersebut dapat mengganggu keseimbangan campuran udara dan bahan bakar sehingga pembakaran tidak optimal.

Yamaha menjelaskan filter udara yang kotor dapat menghambat aliran udara dan membuat respons mesin menurun.

Membersihkan atau mengganti filter udara sesuai kondisi dan jadwal perawatan dapat membantu menjaga aliran udara ke mesin tetap baik.

3. Injektor atau karburator bermasalah

Pada motor injeksi, injektor bertugas menyemprotkan bahan bakar dalam jumlah dan waktu tertentu. Jika injektor kotor atau tersumbat, pola semprotan bahan bakar dapat terganggu sehingga pembakaran menjadi tidak sempurna.

Sementara pada motor yang masih menggunakan karburator, kotoran pada karburator atau saluran seperti pilot jet dapat mengganggu pasokan bahan bakar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.